Inilah Beberapa Gending Beserta Filosofinya yang Disajikan di Pernikahan Kaesang

oleh
Latihan Gamelan dari grub karawitan PLP ISI Solo di gedung tari ISI Solo Jumat (2/12/22) | MettaNEWS / Kevin Rama

SOLO, MettaNEWS – Pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono bakal memakai adat Jawa. Dalam pernikahan adat Jawa tak lepas dari Gamelan dan gending yang sakral di setiap prosesi yang dilaksanakan.

Menurut Kordinator Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Institut Seni Indonesia (ISI) Solo Guntur Sulistiyono, gending yang akan dibawakan akan pada saat pernikahan Kaesang akan dibagi menjadi dua segment. Kedua segment itu bakal di sesuaikan pada tempatnya.

” Tempatnya kan ada di Loji gandrung dan Mangkunegaran. Yang Loji nantinya gending yang sakral dan sesuai adat Jawa. Untuk yang di pura Mangkunegaran nanti hanya hiburan dan beberapa gending improvisasi,” jelasnya usai latihan Gamelan di Sangar Tari ISI Solo Jumat (2/12/22).

Guntur menyebut beberapa gending sakral yang akan di bawakan diantaranya :

1. Gending Boyong Pengantin. Hal pertama yang perlu dilakukan biasanya dari kehadiran keluarga pengantin perempuan serta pasangan yang baru menikah. Sepasang pengantin dan kedua orang tua pengantin wanita beserta rombongan hadir di rumah besan (orangtua pengantin pria)

2. Gending Boyong Basuki. Gending ini digunakan untuk penyambutan pengantin dan juga keluarga perempuan. Orang tua pengantin pria menyambut kehadiran besan (orang tua pengantin wanita) bersama kedua pengantin. Ibu pengantin pria segera melingkarkan kain motif Sidomukti (atau sejenisnya) di bahu kedua mempelai. Selanjutnya berjabat tangan dengan besan.

“Kita akan menyesuaikan dengan adat apa prosesi yang berlangsung harus senada dengan iringan Gamelannya,” jelas Guntur.

3. Gending Ladrang Sri Widodo. Gending ini biasanya digunakan untuk prosesi panggih dalam pernikahan Jawa. Panggih adalah prosesi bertemunya pengantin perempuan dengan pengantin pria usai akad nikah.

4. Gending Ladrang Wilujeng atau Ladrang Slamet. Dikatakan oleh Guntur, pengunaan Gending ini untuk menyambut kedua mempelai. Dari filosofi nya agar kedua mempelai selamat seterusnya.

“Itu gending khusus di Loji Gandrung. Kalau di Mangkunegaran nanti bebas, bahkan ada improvisasi seperti Ibu Pertiwi itu kita kaitkan dengan Ibu Iriana yang menjadi ibu negara dan teladan,” jelas Guntur.

“Kemudian ada Aja Dibandingke Abah Lala dan lagu Kaesang yang menjadi bos Persis. Dan Gending umum lainnya sepeti untuk anak-anak kita juga akan mainkan,” tutupnya.