SOLO, Metta NEWS – Menyambut Hari Jadi ke 277 Kota Solo yang diperingati setiap tanggal 17 Februari, Pemerintah Kota Solo tengah mempersiapkan berbagai kegiatan kebudayaan. Beberapa event tahunan yang sudah menjadi agenda rutin Kota Solo dalam rangka Hari Jadi terus digodok menyesuaikan dengan kondisi pandemi saat ini.
Dihubungi melalui telepon, Rabu (16/2/2022) Kabid Seni Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kota Solo Orbawaty menjelaskan saat ini tengah fokus pada persiapan kirab boyong kedhaton dengan pembatasan-pembatasan mengikuti aturan protokol kesehatan.
“Pesertanya masyarakat yang tergabung dari beberapa sanggar. Rutenya dari Benteng Vastenburg menuju ke Balai Kota,” jelas Orbawaty.
Orbawaty mengatakan kirab Boyong Kedhaton ini menceritakan sejarah boyongan atau perpindahan Keraton Kartasura ke Keraton Kasunanan Solo.
“Setelah peserta kirab sampai ke Balai kota akan ada sedikit fragmen yang menceritakan sejarah soal kirab boyong kedhaton ini,” tuturnya.
Setelah kirab, lanjut Orbawaty pada malam harinya akan ada pentas Opera Adeging Kutha Sala di Pendhapi Gedhe.
“Peserta kirab hanya sedikit cuma 100 orang saja. Karena kita memang membatasi jumlah, tidak banyak-banyak dan singkat. Perjalanan yag singkat dan cepat dari Benteng Vastenburg ke Balai Kota,” ungkapnya.
Selain Kirab Boyong Kedhaton dan Opera Adeging Kutha Sala, pada pagi hari akan ada upacara memperingati HUT ke 277 Kota Solo yang akan dimeriahkan dengan atraksi tari dan pengrawit semuanya dari pemain wayang orang.
“Pengrawitnya semua dari pemain wayang orang Sriwedari, tariannya cuma sebentar durainya hanya 7 menit,” terang Orbawaty.
Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming menambahkan rangkaian kegiatan memperingati HUT Kota Solo tetap berjalan dengan pembatasan-pembatasan.
“Kirab HUT Solo tetap jalan, Festival Jenang juga tetap. Semua dengan pembatasan dan protokol kesehatan yang ketat. Tokoh yang datang saat kirab juga hanya tokoh dari Solo saja, pokoknya terbatas,” singkat Gibran.








