HUT ke-278 Kota Solo Diwarnai Kirab Boyong Kedhaton, Pindahnya Keraton Kartasura ke Keraton Surakata

oleh
Kirab
Drum band Keraton Surakarta sebelum Kirab Agung Tingalandalem Jumenengan ke-19 PB XIII, Kamis (16/2/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Hari Jadi ke-278 Kota Solo diwarnai dengan Kirab Boyong Kedhaton di halaman Balai Kota Solo pada Jumat (17/2/2023) pukul 15.00 WIB sore.

Kirab ini merupakan merupakan pertanda lahirnya Kota Solo, sekaligus menjadi simbol atas perpindahan kekuasaan dari Keraton Pajang menuju Keraton Surakarta.

Secara historis, Boyong Kedaton adalah prosesi pindahnya Keraton Kartasura yang telah hancur usai perang ke Keraton Surakarta yang baru di Desa Sala.

Boyong Kedaton telah membawa semangat perubahan yang dimaknai sebagai hari lahir Kota Surakarta. Dari sisi budaya, Kota Surakarta memiliki keunggulan secara historis sebagai Kota Lama, peninggalan kerajaan Jawa yang beranjak tumbuh sejak tahun 1975.

Keberadaan Kraton Surakarta Hadiningrat dan Pura Mangkunegaran sebagai sumber khasanah budaya Jawa. Dalam dinamika perkembangannya telah banyak mewarnai karakter dan wujud kota.

Serta perilaku budaya Kota Surakarta dan daerah sekitarnya. Sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa, kekayaan karakter dan wujud Kota yang sekarang ada.

Hal ini merupakan hasil akulturasi kemajemukan dari berbagai akar budaya ragam etnis dan peradaban. Spirit dari peristiwa arak-arakan Boyong Kedaton 1745 adalah buah dari bibit kreativitas masyarakal. Yang kemudian terwariskan ke anak cucu mereka hingga sekarang.

Fakta historis ini menjelaskan Solo merupakan sungai kreativitas yang mengalirkan pengetahuan dan keterampilan mengolah sesuatu. Membaca dengan kacamata lokal, arak-arakan adalah napas perjuangan “wong Solo” dalam menciptakan keselarasan.

Membentuk harmoni hidup dan mewujudkan kehidupan baru setelah semuanya luluh lantak.

Tahun 2023, prosesi Boyong Kedaton menjadi spirit penting tradisi memperingati kelahiran Kota Solo ke-278 tahun, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kirab Boyong Kedaton menjadi satu bagian utuh dari pertunjukan prosesi yang secara visual digarap dengan konsep kreatif kekinian yang masih memasukkan unsur tradisi gerak tari, musik gamelan tanpa mengurangi makna sejarahnya.