Progres Pembangunan Jalur Ganda KA Solo Balapan-Kalioso Sesuai Jadwal dan Tepat Mutu

oleh
oleh
Underpass Joglo
Underpass Joglo di Kecamatan Banjarsari Solo | Dok Pemkot Solo

SOLO, MettaNEWS – Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Semarang (BTP Semarang), Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan terus melanjutkan pembangunan jalur ganda KA Solo Balapan – Kadipiro – Kalioso.

Jalur ganda ini sepanjang 10 km’sp. Dari 10 km’sp tersebut sepanjang 1,8 km’sp jalurnya merupakan jalur KA secara layang (elevated).

Ruang lingkup pekerjaan pembangunan jalur ganda KA Solo Balapan – Kadipiro – Kalioso meliputi pembangunan jalur ganda KA beserta sistem persinyalan. Konstruksi jalur layang KA. Dan penataan Kawasan Simpang Joglo dan penghapusan perlintasan sebidang Simpang Joglo.

Kepala BTP Semarang, Putu Sumarjaya, menegaskan bahwa pembangunan jalur ganda KA ini dapat menjadi solusi dalam mengatasi kepadatan lalu lintas yang selama ini terjadi di Simpang Joglo.

“Dengan adanya jalur KA elevated ini bagian dari pembangunan jalur ganda KA. Kami berharap dapat meningkatkan aspek pelayanan, keselamatan dan operasional KA. Khususnya lintas Solo Balapan – Kadipiro – Kalioso. Selama ini jalur tunggal (single track) menampung kapasitas 96 KA/hari. Nantinya dengan jalur ganda (double track) kapasitas lintasnya bisa meningkat sampai 144 KA/hari,” jelas Putu.

Putu mengatakan, waktu tunggu antar kereta (headway) juga bisa semakin berkurang.  Dari 26 menit menjadi 20 menit. Lalu lintas sekitar Simpang Joglo juga makin lancar.

“Kalau sekarang kecepatan lintas pada area ini 15 km/jam (waktu tempuh 5 menit) nanti bisa lebih meningkat menjadi 28,4 km/jam (waktu tempuh 2,39 menit),” urai Putu.

Progres Jalur Ganda On The Track

Sementara itu, PPK Kegiatan Pengembangan 1, Bernard Hasibuan, menyampaikan bahwa sejauh ini progres pembangunan berjalan on schedule dan on the track.

“Selepas groundbreaking setahun lalu, kami intens memastikan baik secara administrasi maupun pekerjaan di lapangan agar sesuai timeline. Agustus 2022 sudah melakukan detour. Lanjut tahap 2 pekerjaan pilar jembatan. Februari – April 2023 lanjut tahap 3 erection rangka baja sisi selatan. Nanti April – Juni 2023 pekerjaan erection rangka baja sisi utara. Kemudian Juni – Agustus 2023 pemasangan rangka baja main span. Kami harapkan setelah pengujian dan sertifikasi prasarana, single track elevated bisa beroperasi pada Oktober 2023. Saat ini realiasinya 45,60% dari rencana 45,16%. Untuk double track elevatednya rencananya akan beroperasi Maret 2024,” ujar Bernard.

Guna kelancaran dan keselamatan, pada setiap tahapan perlu penutupan jalan pada area Simpang Joglo secara bertahap. BTP Semarang, pelaksana pekerjaan, Dishub dan Satlantas Surakarta, perwakilan masyarakat, organisasi terkait telah melakukan pembahasan dan sosialisasi Manajeman Rekayasa Lalu Lintas termasuk event Car Free Day Surakarta 12 Februari 2023.

Project Manager PT. WIKA BKU-KSO, Dendy Purbowo, pelaksana pekerjaan pembangunan jalur KA elevated menyampaikan bahwa pada area Simpang Joglo, selama 6 bulan kedepan pembangunan akan semakin intensif.

“Secara sinergi sudah kami sudah siapkan Manajemen Rekayasa Lalu Lintasnya. Kami menyarankan pengguna jalan menggunakan rute alternatif agar terhindar dari kepadatan lalu lintas,” ujar Dendy.

Penutupan Jalan Ahmad Yani untuk Kelancaran Pekerjaan Viaduk Gilingan

Pada penutupan Jl. Kolonel Sugiyono, pengalihan kendaraan lewat Jl Sumpah Pemuda. Kemudian ke Jl Letjen Sutoyo dan Jl Kolonel Sugiyono ke arah selatan. Sedangkan kendaraan dari arah selatan (kota) yang menuju arah Purwodadi/Surabaya bisa lewat Jl Letjen Sutoyo lalu melalui Jl Sumpah Pemuda.

Project Manager PT. Calista Perkasa Mulia, Niko Herlambang, mengatakan pada 19 Februari 2023, akan ada penutupan Jalan Ahmad Yani untuk melanjutkan pekerjaan.

PT. Calista Perkasa ini sebagai pelaksana pekerjaan penurunan elevasi Viaduk Gilingan (bagian pembangunan jalur ganda KA lintas Solo Balapan-Kadipiro).

“Pekerjaan ini termasuk penurunan dan pelebaran jalan yang berada pada bawah rel eksisting. Viaduk Gilingan juga akan lebih dalam dari semula 3,7 m menjadi 4,2 m, untuk lebarnya dari 7 m jadi 14 m. Dengan ruang bebas sesuai standar jalan provinsi, bus besar dapat melalui Viaduk Gilingan untuk mendukung arus lalu lintas menuju objek wisata religi Sheikh Zayed Grand Mosque,” jelasnya.