Besok! Koridor Gatsu-Balai Kota Solo Dipadati Peserta Kirab Boyong Kedhaton HUT ke-278 Kota Solo

oleh
Balai Kota Solo
Balai Kota Solo akan digunakan untuk kirab boyongan kedhaton, HUT ke-278 Kota Solo pada Jumat (17/2/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Setelah upacara, HUT ke-278 Kota Solo akan diwarnai Kirab Boyong Kedhaton pada Jumat (17/2/2023) sore. Kirab ini berlangsung dari Jalan Gatot Subroto melewati Jalan Jenderal Sudirman hingga Balai Kota Solo.

Kirab ini mulai pukul 15.00 WIB selesai 17.00 WIB. Tata urutan kirab yang pertama yakni barisan prajurit musik Keraton Barisan Bedayan. Dua bibit pohon beringin dalam pot oleh 2 orang pembawa.

Lalu visual Replika Bangsal Pangrawit utuh ditandu 4 orang. Visual replika Gajah 4 sampai 6 orang. Satu orang menuntun visual kuda.

Lanjut rombongan para Punggawa Mantri, Panewu, Bupati dan Nayaka Djaba serta Abdi Anom-anom diwakili 10 orang. Mereka menggunakan payung Prajurit Keraton Surakarta dan pasukan kompeni 5 orang.

Putra Mahkota, pempinan Kompeni bersebelahan dengan Putra Mahkota pengulu dengan Kétib. Para Suranata dan para Perdikan dengan perwakilan 4 orang pembawa pusaka Kyai Cengka Baladewa oleh 1 orang.

Para Pangeran 4 orang. Raja dengan kereta kencana dengan pengiringnya 4 orang berpakaian serba warna merah membawa uborampe. Yakni Banyak, Dhalang, Sawung, Galing, Hardawalika, Kutuk, Kacumas dan Kandhil. Selain dua
pusaka pandhereknya yaitu Kecohan serta Cepurit atau saput dan Wadhah Ses.

Tandu-tandu, Joli, Cempana-cempana oleh 8 orang. Rombongan pembawa 17 macam jenang
3 buah kotak pusaka ditandu 6 orang dipayungi warna kuning oleh 3 orang. Rombongan pembawa bendera, panji-panji dan
payung kebesaran oleh 30 orang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Aryo Widyandoko mengatakan kirab boyong kedhaton ini berlangsung sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kirab boyong kedhaton HUT ke-278 Kota Solo kurang lebih sama seperti tahun lalu. Ada iring-iringan menceritakan perpindahan Kartasura ke Kota Solo,” ujarnya kepada MettaNEWS, Kamis (16/2/2023).

Berbeda dengan tahun 2022, kirab ini tidak lagi dimulai dari Benteng Vastenburg.

“Berangkatnya dadi Gatot Subroto rutenya pendek. Kalau dari Kartasura kasihan gajah-gajahannya dari Sriwedari. Waktu Covid dari Benteng ya ada kegiatan biar Solo lebih bagus aja,” terangnya.