Hingga Desember 2024 OJK Solo Terima 346 Aduan Konsumen

oleh
oleh
Kepala OJK Solo Eko Hariyanto | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Kantor OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Solo telah menerima 346 layanan pengaduan konsumen yang dilakukan secara online melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) dan melalui surat resmi ke OJK Solo sampai dengan 31 Desember 2024.

Kepala OJK Solo Eko Hariyanto menyampaikan, dari jumlah layanan tersebut, berdasarkan kategori jenis pengaduan sebagian besar merupakan pengaduan kredit sebanyak 240 pengaduan atau 69 persen dan klaim asuransi sebanyak 40 pengaduan atau 12 persen dengan status selesai dan telah ditindaklanjuti oleh PUJK terkait.

“Kantor OJK Solo telah menerima 594 layanan pengaduan walk in yang sebagian besar merupakan pengaduan pinjaman online legal (pindar) sebanyak 78 dan pinjaman online ilegal sebanyak 84. Pengaduan soal perbankan sebanyak 156, dan tindak penipuan kejahatan keuangan digital sebanyak 139. Adapun layanan permintaan SLIK pada periode 1 Januari hingga 31 Desember 2024 sebanyak 9.143 layanan,” tutur Eko pada kegiatan Jurnalis Update, Kamis (6/3/2025).

Eko melanjutkan, sampai dengan periode 31 Desember 2024, Kantor OJK Solo telah melaksanakan 89 kegiatan edukasi meliputi training of trainer, talkshow radio, dan podcast. Dengan total 18.723 peserta yang terdiri dari pegawai ASN, guru, pelajar/mahasiswa, Ibu rumah tangga, pelaku UMKM dan Perangkat Daerah. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, OJK berkolaborasi dengan stakeholders antara lain TPAKD se-Solo Raya, FKIJK Solo Raya, asosiasi, dan civitas akademika.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan mampu meningkatkan literasi keuangan masyarakat terhadap perkembangan sektor jasa keuangan di wilayah Solo Raya. Dan juga mampu mengelola keuangan dengan bijak supaya terhindar dari investasi illegal, pinjol ilegal dan judi online yang saat ini sedang marak terjadi,” ujar Eko.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo mencatat kondisi Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah Solo Raya terjaga stabil dengan mencatatkan kinerja dan pertumbuhan positif pada periode Desember 2024.

Hal ini tercermin dari pertumbuhan di masing-masing sektor industri keuangan dengan profil risiko yang terjaga.

Berdasarkan data kinerja sektor jasa keuangan di wilayah Solo Raya posisi Desember 2024, stabilitas sektor perbankan tetap terjaga dan tumbuh secara yoy.

“Aset perbankan naik sebesar 1,34 persen menjadi Rp119,79 triliun dari sebelumnya Rp118,21 triliun. Namun demikian, Kredit/Pembiayaan perbankan mengalami penurunan sebesar 2,64 persen dari sebelumnya Rp106,95 triliun menjadi Rp104,13 triliun. Selain itu, untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat mengalami peningkatan sebesar 3,61 persen menjadi Rp97,50 triliun dari sebelumnya sebesar Rp94,10 triliun,” jelasnya.

Berdasarkan jenis penggunaannya, penyaluran kredit terbesar dalam bentuk kredit modal kerja sebesar Rp58,26 triliun dan kredit terbesar berdasarkan jenis usaha adalah kredit untuk kategori bukan UMKM sebesar Rp56,18 triliun.