SOLO, MettaNEWS – Masjid Agung Keraton Surakarta memutuskan menerima hewan kurban pada Sabtu (9/7/2022) atau sehari sebelum Hari Raya Iduladha. Ketentuan tersebut diberlakukan karena maraknya wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) saat ini.
Kepala Tata Usaha Masjid Agung, Muhammad Alip, mengungkapkan penerimaan H-1 itu bukan tanpa alasan, ia mengatakan hal itu untuk mengantisipasi terlalu lamanya hewan ternak di wilayah masjid agung.
“Tadi sudah banyak yang mau kasih sekarang tapi kami tidak mau, kita buka besok, jika terlalu lama disini dan jika terindikasi PMK yang awalnya dari rumah sehat dan di sini sakit kita menghindari hal tersebut,” kata Alip ketika ditemui di Kantor Sekretariat Takmir Masjid Agung, Jumat (8/7/2022).
Selain itu, Alif menjelaskan bahwa hewan kurban yang akan diserahkan kepada panitia penyembelihan harus disertai dengan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Peternakan.
“Iya harus itu (SKKH) sebelumnya kami sudah mengimbau kepada yang mau titip atau yang disembelih di sini, datang harus punya surat,” ungkapnya.
Dari data yang dikemukakan oleh Alip Jumat (8/7) Siang, jumlah hewan kurban yang sudah di data Masjid Agung sebanyak 6 ekor sapi dan 5 ekor kambing. Namun, jumlah tersebut masih bisa bertambah sebelum pelaksanaan, ditambah juga hewan kurban dari Presiden Joko Widodo.
“Penyembelihan kita pasti terapkan protokol kesehatan selain itu kami juga Pasti ada pengawasan dari DP KPP, apalagi kalau ada RI 1 itu kemungkinan besar ada dari pusat, provinsi sama kota juga akan ikut mengawasi,” Ungkapnya.
Alip juga menjelaskan penyaluran daging kurban akan didistribusikan langsung kepada warga yang berhak menerima dan pihaknya sudah mendata siapa saja yang akan mendapatkan.
“Ya yang paling utama warga sekitar masjid, kemudian ke warga binaan masjid dan kalau masih sisa baru dibagikan ke luar lingkungan,” pungkasnya.







