Kebut Persiapan Sekaten, Pagongan Masjid Agung Keraton Surakarta Direnovasi

oleh
Pagongan
Pagongan Bangsal Pradonggo atau Bangsal Sekati Masjid Agung Keraton Surakarta diperbaiki, Senin (1/8/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Pagongan Masjid Agung Surakarta sisi selatan direnovasi. Kondisi atap yang memprihatinkan lantaran termakan usia akhirnya dibongkar dan diganti dengan yang baru. Pagongan sisi utara dan selatan dapat ditemukan setelah memasuki gapura utama masjid.

Proyek renovasi Pagongan dimenangkan CV Annisa Mulia Abadi senilai Rp378.593.775,39. Kontraktor ini juga merupakan pemenang tender proyek renovasi Pagongan sisi uatara pada tahun tahun 2019.

Pelaksana CV Annisa, Dian Youdha Putra mengatakan renovasi ini dilakukan atas permintaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo. Alasannya untuk menjaga kondisi fisik bangunan dan melestarikan cagar budaya di Solo.

Pagongan
Pagongan Bangsal Pradonggo atau Bangsal Sekati Masjid Agung Keraton Surakarta diperbaiki, Senin (1/8/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

Kontraktor CV Anisa, Dian Youdha Putra Pelaksana CV Anisa mengatakan akhir kontrak pembangunan Pagongan sisi selatan jatuh pada 24 Oktober mendatang. Namun lantaran adanya Sekaten, pihaknya diminta untuk lebih cepat. Sebelum peringatan Maulid Nabi Muhammad atau Sekaten digelar pada Oktober mendatang.

“Pembangunan Pagongan ini mulai kontrak Juli, akhir kontrak 24 Oktober, sehubungan Oktober mau dipakai Sekaten, sebelum Sekaten harus sudah kelar, jadi akhir September targetnya,” beber Dian kepada MettaNEWS saat ditemui di Bangsal Pradonggo, Senin (1/8/2022).

Pagongan ini memiliki struktur bangunan limasan joglo dengan atap sirap ulin berwarna hitam. Kondisi sirap ulin, atap yang rusak dan langit-langit yang telah lapuk membuat DPUPR melakukan renovasi segera.

Pagongan
Pagongan Bangsal Pradonggo atau Bangsal Sekati Masjid Agung Keraton Surakarta diperbaiki, Senin (1/8/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

“Sudah rusak parah atapnya sudah tidak layak, talang sudah jebol, dari DPUPR meninjau lalu disetujui untuk renovasi. Tahun 2019 lalu renovasi yang utara, kalau yang ini nanti untuk persiapan Sekaten,” kata Dian.

Tak banyak berubah, renovasi atap Pagongan selebar 250 meter persegi ini tetap mempertahankan wujud asli bangunan sebelumnya. Yakni pada bagian reng atau usuk berkelir berwarna biru.

“Nanti sirap ulin diganti yang baru, kalau reng rencananya menggunakan reng BK. Sebenarnya pihak Keraton minta jati, tapi kami berbicara soal spesifikasi teknis, yang sesuai rengnya BK,” jelasnya.

Pagongan memiliki bentuk berupa pendapa dengan ukuran bangunan sama. Fungsinya adalah sebagai tempat gamelan Kiai Guntur Madu dan Guntur Sari pada perayaan Sekaten. Di masa pemerintahan Sri Susuhunan Pakubuwono X, Pagongan ini dibangun pada tahun 1713 Jawa atau 1786 Masehi.