JAKARTA, MettaNEWS – Pemerintah telah resmi menetapkan bulan puasa Ramadan 2022 atau 1443 Hijriah jatuh pada hari Minggu 3 April 2022. Hal ini disampaikan oleh Kementrian Agama (Kemenag) melalui Sidang Isbat di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kementrian Agama Jalan MH Tamrin, Jakarta, Jumat (1/3). Berlangsung secara hybrid, Sidang Isbat ini juga dapat disaksikan masyarakat secara virtual sejak pukul 17.00 WIB melalui kanal YouTube Kementrian Agama RI.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam telekonferensi pers Sidang Isbat Awal Ramadan 1443 H menyebut ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia 1 derajat 6,78 menit sampai dengan 2 derajat 10,6 menit menjelang Magrib. Hal tersebut telah disampaikan sebelum konferensi pers oleh Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag, Profesor H Thomas Djamaluddin.
“Secara mufakat bahwa 1 Ramadan 1443 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 3 April 2022 Masehi. Berdasarkan hisab, posisi hilal seluruh Indonesia sudah di atas ufuk, akan tetapi belum memenuhi kriteria MABIMS baru, yaitu tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat serta laporan rukyatul hilal,” ucap Menag Yaqut dalam kepada awak media, Jumat (1/4/2022).
Pada rilis di media sosial resmi Kementrian Agama Ri, @kemenag_ri menyatakan bahwa sebelum ditetapkan, terlebih dahulu mendengar laporan dari Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib. Dilaporkan bahwa secara hisab, posisi hilal di seluruh Indonesia sudah di atas ufuk.
Tepatnya ketinggian hilal pada posisi 1 derajat 6,78 menit sampai 2 derajat 10 menit. Namun demikian, berdasarkan laporan rukyat, tidak ada seorang pun yang menyampaikan telah melihat hilal.
Dalam unggahan tersebut menyatakan penentuan awal Ramadan 2022 telah tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia.
“Ketentuan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama No 324 tahun 2022 tentang Tanggal 1 Ramadan 1443 Hijriyah/2022 Masehi. KMA ini ditandatangani Menteri Agama tertanggal 1 April 2022” dalam unggahan Instagram @kemenag_ri, Jumat (1/4/2022)
Ketetapan secara astronomis yang menjadi kriteria baru MABIMS menyebut, hilal dapat teramati jika bulan memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasinya minimal 6,4 derajat. Sementara Thomas Djamaluddin menuturkan, pada saat Maghrib, 1 April 2022, posisi bulan di Indonesia tingginya kurang dari 2 derajat dengan elongasinya sekitar 3 derajat.
Sidang Isbat penentuan Ramadan 1443 H tersebut dimulai dengan serangkaian acara yang dibagi menjadi 3 tahapan yaitu seminar pemaparan dari Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag berkaitan dengan perhitungan secara astonomis kalender hijriah mapun hisab penentuan tanggal 1 Ramadan.
Selain itu dalam Sidang Isbat tersebut terdapat laporan pemantauan hilal di 78 lokasi titik pemantauan. Pada pukul 18.00 WIB setelah salat Maghrib dilakukan, Sidang Isbat kembali digelar secara tertutup melalui pertimbangan serta dasar-dasar penentuan yang ada. Merupakan tahap terakhir Sidang Isbat, Ramadan 1443 H secara resmi diumumkan pemerintah jatuh pada 3 April mendatang.







