SOLO, MettaNEWS – Warga Pucangsawit RT 1 RW 1 Jebres Solo mengalami keracunan setelah mengikuti buka bersama, Minggu (1/5). Sebanyak 49 dari total 100 warga yang terdiri dari anak-anak, remaja hingga dewasa mengalami gejala muntah, pusing, demam hingga diare yang dirasakan setelah buka bersama Sabtu (30/4) kemarin.
Keracunan ini dialami setelah warga yang juga merupakan jamaah Masjid At Tin Pucangsawit, Jebres mengonsumsi menu buka puasa berupa ayam bakar. Diketahui sajian menu ayam bakar tersebut lengkap dengan nasi, lalapan, air mineral dan semangka.
Bendahara Masjid At Tin, Muhhamad Agung menyebut keracunan bermula dari adanya warga terutama anak-anak yang pada Minggu, (1/5) siang sekira memasuki waktu Zuhur mengalami keluhan mual, pusing, deman serta diare.
“Karena hari minggu jadi kami warga berinisiatif untuk membawa warga yang merasakan keluhan tersebut untuk dibawa ke Solo Peduli. Jumlahnya ada 49 orang,” ucap Agung saat ditemui MettaNEWS di Masjid At Tin, Minggu (1/5/2022) malam.
Agung menyebut menu buka bersama tersebut dimasak sendiri oleh warga sekitar. Yang mana proses memasak sudah dilakukan sejak hari Jumat (29/4) lalu. Hingga pada saat buka bersama digelar dengan membagikan nasi kotak dan takjil, warga pun tidak mengeluhkan sakit apa pun.
Saat ditanya mengenai adanya korban keracunan yang meninggal dunia, Agung menyebut pria yang meninggal dunia tersebut tidak ikut buka bersama.
“Beliau tidak ikut buka bersama. Tapi kalau dibawakan istrinya (menu buka bersama) saya juga kurang tahu. Istrinya kan ikut buka bersama. Kalau beliau ini ada riwayat penyakit bawaan,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Jebres, Kompol Suharmono menyebut saat ini sampel makanan yang diambil dari juru masak buka bersama Masjid At Tin sudah diamanakan pihak kepolisian untuk diserahkan ke pihak kesehatan untuk dilakukan pengecekan laboratorium untuk mengetahui penyebab adanya keracunan masal.
“Buka bersama itu diselenggarakan takmir masjid. Kemudia mereka makan. Lalu hari ini tadi Minggu (1/5) 49 orang mual-mual, pusing lalu dibawa ke klinik, yang satu orang opname ke RS Moewardi. Namun mereka obat jalan, dipulangkan. Selang beberapa jam kemudian setelah dipulangkan ini ada yang mengaku masih merasakan gejala yang sama, kemudian kami evakuasi,” terang Kompol Suharmono saat ditemui di Masjid At Tin, Jebres, Minggu (1/5/2022) malam.
Sebelumnya beredar kabar bahwa ada satu korban keracunan yang meninggal dunia. Namun pihaknya belum berani memberikan keterangan akan hal ini. Karena kejadian tersebut belum ada keterangan resmi dari pihak kesehatan, sehingga pihaknya akan menunggu hasil pengecekan kesehatan yang meninggal dunia tersebut.
Dibantu evakuasi dari Tim Relawan SAR, Puskesamas Jebres yang melakukan pengecekan warga yang masih merasakan keluhan. Sehingga saat ini tercatat terdapat 12 warga yang sudah melakukan pengecekan dan dibawa kembali ke Rumah Sakit yang ada di Solo.
Dari pantauan MettaNEWS di lokasi, terdapat puluhan mobil ambulans yang berdatangan dan pergi dari lokasi kejadian. Ambulans ini bertugas mengatarkan pasien ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Namun ada juga yang dibawa ke rumahnya masing-masing karena sudah membaik.








