SEMARANG, MettaNEWS – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menutup agenda Manunggal Leadership Retret Ngopeni Ngelakoni Jateng pada Senin (16/6/2025) di Aula BPSDMD Jawa Tengah, Kota Semarang. Dalam sambutannya, Luthfi menegaskan pentingnya setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng memiliki sense of crisis atau kepekaan dalam menyikapi berbagai persoalan masyarakat.
“Ini adalah nafas kebersamaan yang harus kita jalankan. Tidak boleh lagi ada OPD yang berjalan sendiri tanpa kesadaran kolektif dalam membangun daerah. Kita harus jadi super team, bukan superman,” ujar Luthfi.
Sebagai contoh konkret, Luthfi menyebut seluruh OPD Pemprov Jateng secara serempak turun menangani banjir dan rob di Sayung, Demak. Upaya ini mencakup langkah cepat, menengah, hingga jangka panjang—mulai dari pemasangan pompa air, water barrier di Jalur Pantura, pembangunan rumah apung, hingga pembangunan tanggul laut.
“Dinas Pendidikan, Dinas PU, semuanya harus punya peran. Dana Rp 1,1 miliar disalurkan untuk memperkuat sarana dan prasarana di desa terdampak. Negara hadir, masyarakat jangan merasa ditinggalkan,” tegasnya.
Retret ini diikuti lebih dari 438 peserta dari berbagai elemen strategis di Jawa Tengah. Mereka terdiri dari wakil wali kota dan bupati, pejabat eselon II dan III dari tingkat provinsi dan kabupaten/kota, BUMD, hingga RSUD.
Tujuan utama kegiatan ini adalah menyamakan persepsi, memperkuat kolaborasi, dan membentuk kepemimpinan yang responsif terhadap kebutuhan daerah. Para peserta juga menerima materi dari lembaga nasional seperti Bappenas, KemenPAN-RB, Kemendagri, KPK RI, Kejati Jateng, serta tokoh agama dan widyaiswara.
Wakil Bupati Demak, Muhammad Badruddin menyebut kegiatan ini sangat strategis untuk menyatukan langkah pembangunan di Jateng. Ia juga menilai retret ini turut mendukung implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Retret ini memperkuat koordinasi dan menjadi sarana silaturahmi. Kita bisa berdiskusi, bertukar gagasan, bahkan studi banding tanpa harus keluar daerah,” ungkap Badruddin.
Sementara itu, Wakil Bupati Pati, Risma Adhi Chandra mengapresiasi retret sebagai ruang belajar penting bagi para kepala daerah.
“Kami jadi lebih paham bagaimana Asta Cita dijabarkan ke dalam visi daerah. Pembangunan Jateng tak bisa sendiri-sendiri, harus selaras dan bersemangat kebersamaan,” katanya.
Retret ini diharapkan menjadi titik tolak lahirnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan Jawa Tengah yang inklusif, tangguh, dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat.








