SEMARANG, MettaNEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Layanan Online Psikolog Gratis (Logis) sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan mental bagi masyarakat. Program yang diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Kamis (2/7/2026), diharapkan mampu mempercepat deteksi dini gangguan kesehatan jiwa sekaligus mengatasi rendahnya angka masyarakat yang mengakses layanan pengobatan.
Peluncuran Logis dilakukan setelah hasil skrining kesehatan jiwa terhadap 2,13 juta warga dewasa melalui Program Cek Kesehatan Gratis menunjukkan masih banyak masyarakat yang membutuhkan pendampingan psikologis. Namun, hanya sekitar 12,7 persen yang telah menjalani pengobatan.
“Ini adalah bentuk layanan online konsultasi psikolog gratis yang bisa diakses oleh masyarakat semuanya,” kata Ahmad Luthfi usai peluncuran.
Menurut Luthfi, Logis merupakan strategi jemput bola pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan mental, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan pelajar yang menghadapi persoalan stres, depresi, hingga menjadi korban perundungan.
Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Agama, dan sektor pendidikan agar layanan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Ini kita gandeng Dinas Kesehatan maupun Kementerian Agama, bagi anak-anak dan pendidikan, bagi anak-anak kita yang mempunyai permasalahan-permasalahan psikologi. Contoh misalkan stres, bullying, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Luthfi menegaskan, selama ini banyak persoalan kesehatan mental baru mendapat perhatian setelah berkembang menjadi kasus besar. Melalui Logis, masyarakat dapat berkonsultasi secara privat dengan psikolog profesional sehingga persoalan yang dihadapi dapat ditangani sejak dini tanpa khawatir terhadap stigma.
“Tetapi dengan cara psikologi gratis ini diharapkan yang mengadu pun bisa dilindungi terkait dengan permasalahan yang ada,” katanya.
Ia juga meminta seluruh rumah sakit milik Pemprov Jawa Tengah turut menyosialisasikan layanan Logis sekaligus mengampanyekan gerakan zero bullying sebagai langkah pencegahan perundungan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Saya ingin Logis di masing-masing rumah sakit juga membuat slogan terkait zero bullying. Zero bullying ini menjadi upaya pencegahan agar mereka tidak menjadi korban,” ujar Luthfi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Zulfachmi Wahab mengatakan Logis merupakan program unggulan Pemprov Jateng di bidang kesehatan setelah Spelling. Layanan ini dirancang untuk mengatasi kendala jarak, keterbatasan waktu, serta stigma yang selama ini membuat masyarakat enggan mencari bantuan psikologis.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sekitar satu persen anak usia di atas lima tahun mengalami depresi. Selain itu, masih ditemukan berbagai persoalan kesehatan mental seperti percobaan bunuh diri, perundungan, hingga perilaku menyakiti diri sendiri.
“Hanya 12,7 persen yang melakukan pengobatan. Artinya, masih ada sekitar 87 persen lebih yang belum tertangani,” kata Zulfachmi.
Menurutnya, konsultasi melalui Logis menjadi pintu masuk deteksi dini. Apabila ditemukan indikasi gangguan yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, petugas kesehatan akan melakukan tindak lanjut, termasuk kunjungan ke rumah pasien.
“Hadirnya Logis ini untuk menjawab kendala jarak, waktu, dan rasa malu atau stigma. Layanan dilakukan secara privat seperti konsultasi psikologi. Kalau terindikasi medis, kami melakukan kunjungan rumah,” ujarnya.
Layanan Logis dapat diakses melalui aplikasi JNN Ext 2 setiap Senin-Kamis pukul 11.00-13.00 WIB dan Jumat pukul 10.00-12.00 WIB. Program ini didukung psikolog profesional dari delapan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Ahmad Luthfi juga menyerahkan satu unit ambulans kepada Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kendal untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat pesisir.
“Kita memberikan ambulans kepada nelayan. Ini bentuk kecepatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya nelayan,” kata Luthfi.
Ketua DPC HNSI Kabupaten Kendal, Triyono, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Menurutnya, ambulans akan sangat membantu nelayan saat menghadapi kondisi darurat karena selama ini mereka harus menunggu koordinasi dengan rumah sakit ketika membutuhkan evakuasi.
“Kalau nanti ada yang sakit atau meninggal, setidaknya bisa terbantu. Selama ini kami belum memiliki ambulans sendiri sehingga harus menunggu koordinasi dengan rumah sakit,” ujar Triyono.








