Grebeg Pasa Keraton Surakarta, Butuh 15 Hari Untuk Siapkan Dua Gunungan

oleh
oleh
Abdi dalem
Margono, abdi dalem.koken tengah menyiapkam dua gunungam untuk.Grebeg Pasa besok Minggu (23/4/2023) | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Keraton Surakarta akan menggelar hajad dalem Grebeg Pasa, Minggu (23/4/2023).

Sebanyak 400 orang termasuk abdi dalem akan mengikuti acara yang dimulai pada pukul 07.00 WIB. Dengan mengarak 2 gunungan yakni gunungan jaler (laki-laki) dan gunungan estri (perempuan).

Rute arak-arakan gunungan dari halaman Keraton Surakarta menuju Masjid Agung.

Untuk membuat dua gunungan memerlukan persiapan sedikitnya 15 hari sebelum upacara berlangsung.

Margono, abdi dalem koken atau bagian dapur Keraton Surakarta menjelaskan ia dan istrinya, Tutik telah mempersiapkan dua gunungan sekira 15 hari yang lalu.

“Gunungan putri isinya antara lain rengginang, cakra, bendera merah putih, tuntut dan dalam jodangnya berisi makanan kecil seperti roti, pisang dan jajanan lainnya,” ujar Margono.

Gunungan keraton
Margono dan Tutik menyiapkan 2 gunungan Grebeg Pasa | MettaNEWS / Puspita

Ditemui di dalam Keraton Surakarta, Margono dan Tutik tengah mengerjakan gunungan tersebut.

“Sedangkan gunungan jaler atau putra adalah gunungan sayuran. Seperti kacang panjang, terong, timun, cabe merah dan hijau yang besar. Isi jodangnya adalah nasi sambel goreng komplit,” ungkapnya.

Usai arak-arakan, warga akan memperebutkan gunungan ini yang dipercayai membawa keberuntungan. Bagi yang mendapatkan isi atau bagian gunungan tersebut.

Selama dua tahun kemarin Margono sempat istirahat membuat gunungan karena pandemi Covid.

“Tahun ini mulai lagi. Kalau tidak ada pekerjaan di Keraton ya saya di rumah. Bertani dan usaha rambak krecek,” cerita Margono.

Pangageng Parentah Keraton Surakarta, KGPH Dipokusumo mengungkapkan, penanggalan penyelenggaraan Grebeg Pasa menyesuaikan hilal.

“Keraton punya hitungan sendiri. Serta mengikuti pemerintah. Tapi kami memilih mengadakan hari kedua lebaran, Minggu (23/4/2023). Dengan pertimbangan agar warga dan abdi dalem memiliki waktu lebih longgar jika ingin mengikuti acara itu,” kata Gusti Dipo.

Gusti Dipo mengungkapkan makna dari penyelenggaraan Grebeg Pasa. Yaitu berhubungan dengan syiar agama Islam sekaligus untuk pelestarian budaya. Dalam pelaksanaannya besok, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Makna Grebeg Pasa adalah aktivitas keraton yang berhubungan dengan syiar agama Islam. Kami saling gotong royong, saling memperkuat, saling mengingatkan mendoakan dan memaafkan,” pungkasnya