SOLO, Metta NEWS – Untuk menjangkau publik lebih banyak, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama, Muchamad Nabil Haroen merilis single lagu ‘Gita Pagar Nusa’ pada Rabu (23/2/2022). Lagu ini dipersembahkan sebagai langkah mengenalkan Pencak Silat Pagar Nusa ke masyarakat Indonesia dan publik yang lebih luas.
Muchamad Nabil Haroen yang akrab disapa dengan panggilan Gus Nabil ini mengungkapkan, selama ini Pagar Nusa menjadi benteng persatuan kesatuan Indonesia, menjaga kiai, pesantren dan NKRI.
“Bahkan melalui medium Pencak Silat, Pagar Nusa mengkader jutaan pesilat di berbagai kawasan. Pencak Silat sebagai medium, yang di dalamnya berisi pertahanan diri, sikap, mentalitas, sekaligus juga spiritualitas. Maka,Pagar Nusa selalu bersandar pada sanad keilmuan dan rangkaian guru, yang tersambung hingga Rasulullah SAW,” ujar Gus Nabil.
Dengan nilai filosofis Pencak Silat sebagai bela diri khas Nusantara yang senafas dengan spiritualitas, seni dan juga penghormatan terhadap alam dan kehidupan, maka seluruh gerak dan langkah Pagar Nusa diniatkan sebagai pengabdian terhadap guru (kiai), pengabdian terhadap pesantren, perjuangan untuk menjaga kesatuan Indonesia, dan pencarian Ridha Allah.
“Pagar Nusa berusaha terus bermanfaat seluas-luasnya, dengan mengkader santri-santri di berbagai jenjang, baik padepokan silat hingga perguruan tinggi dan sekolah-sekolah. Jadi, pengkaderan berjenjang ini yang menguatkan Pagar Nusa, dan kadernya tersebar di berbagai level, menguatkan khidmah Nahdlatul Ulama. Pagar Nusa juga tersebar di berbagai negara lain, yang memperkuat kepemimpinan di beberapa Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama,” papar Gus Nabil.
Gus Nabil menerangkan, lagu ‘Gita Pagar Nusa’, berisi filosofi berpencak silat dan berdakwah dalam koridor Nahdlatul Ulama, namun menggunakan media seni populer untuk menjangkau publik yang lebih luas.
“Setiap kali kita mendengar kata Pencak Silat, maka ingatan kita selalu terngiang tentang tarian melayu yang cantik namun melumpuhkan, ya benar, Silek Minang gerakan yang indah, dinamis namun bisa menjadi senjata yang ampuh,” katanya.
Sebagai putra terbaik dari ormas Islam terbesar di Nusantara yaitu Nahdlatul Ulama, Pagar Nusa telah sepakat dalam satu kata yakni Indonesia dengan falsafah sendi hidupnya yaitu Pancasila, begitulah Pagar Nusa memaknai dirinya.
“Pagar Nusa dari namanya saja sudah jelas dan terang benderang ia memagari Negeri ini, sebab kecintaannya kepada Bangsa, ketersediaanya berguna untuk saudaranya, tidak hanya merajut bahkan mempersembahkan asa dan cinta dalam hidupnya, itulah jurus, langkah dan nafas yang menjadikan santun akhlaknya, gagah, berwibawa dan baik dalam harokahnya sebagai Abdillah,” tegas Gus Nabil.
Gus Nabil yang juga sebagai Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan ini menjelaskan, dirinya diberikan amanah untuk melanjutkan titian silat ini menahkodai Pagar Nusa.
“Jika ini tentang Pagar Nusa bahkan yang tidak mungkinpun akan saya jalani, sebab begitu pundak telah dibaiat maka tidak ada yang layak diucapkan kecuali Bismillahirrahmanirrahim, la haula wala quwwata illa billah, la ghaliba illa billah dan satu alasannya adalah cinta dan bersedia,” tandasnya.
Dengan menggerakkan sahabat-sahabat terbaik untuk mewujudkan sajian musik Gita Pagar Nusa ini, Gus Nabil menyebut seluruh proses penciptaan yang dilakukan dalam waktu hanya 17 jam saja ini mengandalkan sumber daya dari kader-kader Pagar Nusa.
“Saya berbangga, bahwa kami buktikan, bahwa Pagar Nusa mampu berkarya dalam bela diri dan seni. Mari, dengan semangat kolaborasi, kita berdakwah menjangkau publik yang lebih luas,” tandasnya.







