SOLO, MettaNEWS – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Slamet Riyadi Surakarta (Unisri) menggelar pelatihan peningkatan kapasitas public speaking, Selasa (22/3) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta.
Pelatihan yang dilaksanakan di aula lantai 4 Gedung Pembelajaran Terpadu MAN 1 Surakarta ini diikuti oleh berbagai organisasi siswa seperti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Organisasi Pelajar Boarding School (OPBS), Organisasi Pelajar Program Khusus (OPPK) dan Dewan Ambalan (DA).
Haryo Kusumo Aji, S.I.Kom., M.I.Kom, sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi Unisri dalam sambutannya menyampaikan akan pentingnya public speaking yang wajib dimiliki oleh setiap siswa.
“Kemampuan public speaking wajib dimiliki oleh siapapun termasuk oleh siswa sebagai softskill untuk meningkatkan prestasi baik secara akademik maupun non akademik dan penting untuk masa depan siswa baik di dunia perkuliahan maupun di dunia kerja. Maka dari itu, kami melakukan pengabdian public speaking di sekolah ini” ujar Haryo dalam sambutannya, Selasa (22/3).
Sementara itu, Estu Widiyowati, S.I.Kom., pemateri dalam pelatihan tersebut, memaparkan pentingnya komunikasi efektif dalam berinteraksi termasuk dalam melakukan public speaking.
“Ada lima cara untuk menciptakan komunikasi efektif, yaitu respek, empati, audible (diterima secara langsung), clarity (kejelasan), dan humble (sikap rendah hati),” papar Estu dalam materinya publik speakingnya, Selasa (22/3).
Selain itu, Sihabuddin, pembicara inti pada acara tersebut menjelaskan materi seputar public speaking seperti pengertian, retorika, pentingnya public speaking, jenis-jenis, bagaimana memahami audience, komunikasi nonverbal dalam public speaking, dan bagaimana persiapan sebelum melakukan public speaking.
Pelatihan tersebut sangat menarik antusias para siswa. Para siswa tersebut bersemangat memberikan pertanyaan kepada pemateri dan mempraktikan public speaking di depan siswa lainnya. Sambil bertanya salah satu peserta juga menceritakan kendalanya saat berbicara di depan umum seperti mengalami kesulitan berbicara sehingga menyebabkan ia berbicara tidak lancar lalu berujung pada hilangnya konsentrasi.
Menyikapi hal itu, Sihabuddin menjelaskan untuk mengatasi kesulitan berbicara di depan umum, peserta pelatihan dapat melakukan latihan vokal dengan berbicara pada diri sendiri di depan cermin atau saat berkendaraan. Sehingga hal ini dapat membuat lisan semakin fasih dan luwes dalam mengucapkan kata atau kalimat.
Diakhir pelatihan, pihaknya menyampaikan ucapakan terimakasih atas kerjasamanya yang telah lama terjalin antara MAN 1 Surakarta dengan Unisri.







