SOLO, MettaNEWS – Wajah flyover Purwosari sisi barat kini dipenuhi coretan atau tulisan vandalisme. Pemandangan ini nampak jelas di sepanjang lorong flyover yang terletak di dekat area skatepark. Tulisan-tulisan ini nampak terbuat dari cat semprot atau pilok yang memenuhi seisi lorong.
Atas hal ini Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka Gibran mengatakan akan segera menindak lanjuti tindakan tersebut.
“Flyover Purwosari jadi aksi vandalisme? ya nanti tak tindak lanjuti,” kata Gibran, Senin (30/1/2023).
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Solo, Arif Budiman mengatakan tindakan vandalisme biasanya dilakukan saat malam menuju dini hari antara pukul 1 hingga 3 malam.
Berdasar data yang ia peroleh, 70 persen pelaku vandalisme merupakan anak sekolah dari luar kota. Maka harus dengan tindak pidana ringan (tipiring) para remaja tersebut dapat memiliki rasa jera.
“Pantauan kami biasanya anak-anak sekolah dan hampir 70 persen pelakunya luar kota. Ini berdasar data dari kami, yang kami lakukan tiap pekan. Biasanya para pelajar ini sasaran vandalismenya tempat-tempat strategis,” katanya.
Menanggapi hal ini pihaknya lalu memberikan beberapa tindakan maupun hukuman.
“Kami menangkap beberapa pelaku yang masih anak sekolah. Dengan hukuman mengundang orangtua, surat pernyataan, pengecatan sepanjang 100 meter lingkungan vandalisme dan pembinaan, tapi tidak efektif,” kata Arif.
Pelaku Vandalisme Terancam Tindak Pidan Ringan

Namun sayangnya cara ini ia rasa kurang efektif sebab pelaku akan mengulangi kesalahan yang sama kemudian hari. sehingga dengan tidak adanya efek jera tersebut ia akan menegaskan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2015.
“Itu melanggar Perda Wali Kota Nomor 10 Tahun 2015 terkait hukuman vandalisme terancam kurungan 3 bulan kurungan dan denda Rp 50 juta. Nanti kita akan kita lakukan pelanggaran tipiring seperti pelanggaran Perda yang lain,” kata Arif.
Arif meminta masyarakat ikut membantu mengawasi aksi vandalisme ini. Terlebih lokasi yang jadi sasaran aksi tersebut berada di kawasan yang tak jauh dari aktivitas masyarakat.
“Ya kita jaga terus dari tindakan vandalisme. Tapi kalau tidak ada kerjasama dari masyaarakat ya tidak akan efektif. Jadi langkah kami selain tipiring, kami juga akan dorong peran serta masyarakat. Ketika melihat hal itu ya bantu mengawasi,” tearngnya.









