SOLO, MettaNEWS – Program pertukaran pelajar Rotary Youth Exchange menjadi salah satu upaya SMA Al Azhar Syifa Budi Solo memberikan pengalaman pendidikan dan budaya internasional kepada para siswanya. Tahun ini, sekolah tersebut kembali mengirimkan siswa ke luar negeri sekaligus menerima pelajar asing dari Brasil.
Siswa kelas XII SMA Al Azhar Syifa Budi Solo, Aleppo Demas, akan mengikuti program pertukaran pelajar ke Austria selama sekitar 11 bulan. Di waktu yang sama, sekolah menerima seorang pelajar asal Brasil, Frederico Lourenço Barros Neis, yang akan mengikuti kegiatan belajar sekaligus mengenal kehidupan dan budaya masyarakat Indonesia.
Aleppo mengatakan keputusannya mengikuti program pertukaran pelajar ke Austria merupakan inisiatif pribadi. Dukungan dari keluarga membuatnya semakin mantap mengambil kesempatan tersebut.
Ia memilih Austria karena memiliki ketertarikan terhadap negara tersebut dan sebelumnya memiliki kakak yang pernah menempuh pendidikan di sana.
“Ini saya mau exchange ke Austria. Saya memilih negara tersebut karena kakak habis kuliah di sana, jadi lebih familiar,” ujar Aleppo, putra dari Kristin Susana yang pernah menjabat sebagai President Rotary Solo Raya ini.
Selama berada di Austria, Aleppo ingin mendapatkan pengalaman baru, terutama mengenai sistem pendidikan dan budaya masyarakat setempat. Ia juga tertarik mempelajari arsitektur yang menjadi salah satu hal yang ingin dieksplorasinya selama mengikuti program.
“Pengin belajar banyak, budayanya, pendidikannya, jadi mau belajar juga bagaimana sekolah di luar negeri,” katanya.
Untuk mempersiapkan keberangkatan, Aleppo kini tengah mengurus visa serta mulai mempelajari bahasa Jerman. Menurutnya, kemampuan bahasa menjadi salah satu tantangan yang harus dipersiapkan karena selama berada di Austria ia akan berhadapan dengan bahasa Jerman dan Inggris.
Berbeda dengan Aleppo yang akan bertolak ke Eropa, SMA Al Azhar Syifa Budi Solo justru kedatangan Frederico dari Brasil. Pelajar tersebut mengaku memilih Indonesia setelah mempertimbangkan sejumlah negara yang menjadi pilihan program pertukaran, seperti India, Meksiko, Kolombia, dan Argentina.
Frederico menilai Indonesia memiliki daya tarik tersendiri. Selain keindahan alamnya, ia ingin merasakan langsung kehidupan masyarakat Indonesia.
“Saya rasa Indonesia menarik perhatian saya dan saya pikir ini akan menjadi pengalaman yang luar biasa,” kata Frederico.
Ia berharap selama berada di Indonesia dapat mempelajari bahasa, budaya, serta kebiasaan sehari-hari masyarakat Indonesia. Menurutnya, pengalaman tersebut akan memberikan tantangan tersendiri karena terdapat sejumlah perbedaan antara kehidupan di Brasil dan Indonesia.
Frederico juga mengaku sudah mulai mencicipi sejumlah makanan Indonesia, di antaranya sate dan bakso. Namun, ada satu tantangan yang mungkin harus dihadapinya, yakni makanan pedas.
Ia mengaku tidak terlalu menyukai makanan pedas, sementara sebelumnya telah mengetahui bahwa banyak makanan Indonesia memiliki cita rasa pedas.
Kepala SMA Al Azhar Syifa Budi Solo, Masykur Fitriawan, mengatakan program pertukaran pelajar bekerja sama dengan Rotary Youth Exchange merupakan bagian dari upaya sekolah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman baru, baik di dalam maupun luar negeri.
“Prinsipnya SMA Al Azhar Syifa Budi memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk setiap siswa mendapatkan pengalaman baru, baik dalam negeri maupun luar negeri, selama kegiatan atau program itu jelas. Insyaallah kami akan mendukung,” jelasnya.
Menurut Masykur, program pertukaran pelajar tersebut telah beberapa kali dilakukan dengan berbagai lembaga. Sebelumnya, siswa SMA Al Azhar Syifa Budi Solo juga pernah mengikuti program ke sejumlah negara, termasuk Belgia, Turki, China, dan Amerika Serikat.
Untuk program Rotary Youth Exchange, siswa tetap mendapatkan pembelajaran dari sekolah asal melalui platform pembelajaran yang telah disiapkan. Dengan demikian, tugas, ujian, dan aktivitas akademik tetap dapat diikuti meski siswa sedang berada di luar negeri.
Sementara bagi Frederico, pihak sekolah telah menyiapkan pola pembelajaran yang memungkinkan dirinya mengikuti kegiatan belajar bersama siswa lainnya. Penggunaan bahasa Inggris akan dikombinasikan dengan pembelajaran bahasa Indonesia.
“Harapannya dari Rotary, mereka memang diminta mengambil manfaat sebanyak-banyaknya untuk berinteraksi dengan orang-orang Indonesia dan belajar kulturnya,” katanya.
Masykur menegaskan siswa pertukaran tidak akan diperlakukan secara khusus. Mereka diharapkan berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sekolah dan memperoleh pengalaman sebanyak mungkin.
“Harapannya ketika mereka pulang, selesai dari sana, akan dapat banyak insight dan referensi tentang hal-hal yang ada di sana. Tentunya yang baik-baik, harapannya nanti bisa diterapkan minimal untuk dirinya sendiri dan lebih baik lagi bisa menginspirasi teman-temannya,” ujarnya.
Ketua Yayasan Pertukaran Pemuda Rotary Distrik 3420, Febri Hapsari Dipokusumo, mengatakan program pertukaran pelajar juga bertujuan membentuk kemandirian sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.
Menurutnya, para peserta yang dikirim ke luar negeri tidak hanya berstatus sebagai pelajar, tetapi juga menjadi duta atau ambassador Indonesia.
“Kalau mereka baik, mereka membawa nama Indonesia, membawa nama Solo dengan baik,” katanya.
Febri mengatakan Rotary saat ini juga membuka rekrutmen peserta program pertukaran pelajar. Program full exchange berlangsung sekitar 11 bulan, sedangkan tersedia pula program jangka pendek dengan durasi mulai sekitar 10 hari hingga beberapa bulan.
Ia berharap semakin banyak pelajar dari Solo yang mengikuti program tersebut. Selain memperluas wawasan, pengalaman tinggal dan belajar di negara lain diharapkan membuat generasi muda memiliki perspektif global dan mampu membawa pengalaman positif untuk lingkungan sekitarnya.
“Kesempatan kita mendunia. Anak-anak muda kita mendunia, membawa hal-hal baru dan memberikan inspirasi untuk teman-temannya,” pungkasnya.








