Kajian Muslimah Rotary Rangkul 108 Perempuan Mandiri di Solo Raya, Berbagi Berkah dan Apresiasi di Ramadan

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS — Lebih dari 100 perempuan mandiri dari berbagai penjuru Solo Raya berkumpul dalam suasana hangat dan penuh haru dalam acara bertajuk “Muslimah Rotary Menggapai Magfirah Ramadan Bersama Perempuan Mandiri.”, Kamis (26/2/2026) di Ndalem Danar Hadi Solo.

 Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus bentuk apresiasi bagi perempuan-perempuan tangguh yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.

Acara yang digelar oleh Kajian Muslimah Rotary tersebut menghadirkan 108 perempuan dari beragam profesi. Di antaranya buruh gendong, buruh cuci, pemandi jenazah, tukang pijat, tukang parkir, abdi dalem, driver BST, penunggu makam, penjahit, hingga profesi lain yang mayoritas dijalani dalam senyap namun penuh perjuangan.

Ketua Kajian Muslimah Rotary, Rita Helmi, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap Ramadan. Tahun ini, jumlah peserta meningkat dan dukungan donasi mengalir di luar perkiraan.

“Kami ingin mengajak wanita-wanita mandiri se-Karesidenan Surakarta untuk berbagi berkah dan kebahagiaan bersama. Mereka ini inspirasi luar biasa, tetap kuat di tengah keterbatasan dan menjadi tulang punggung keluarga. Maka sudah sepantasnya kita apresiasi,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta menerima bingkisan dan tali asih yang dihimpun secara gotong royong oleh anggota Kajian Muslimah Rotary. Selain itu, turut diundang perwakilan ketua majelis taklim se-Surakarta untuk mempererat kebersamaan antarperempuan dalam jejaring keagamaan dan sosial.

Tak hanya berbagi materi, acara juga diisi dengan motivasi dan kajian dari ustaz untuk memberikan penguatan spiritual di bulan suci Ramadan.

Rita menambahkan, Kajian Muslimah Rotary berawal dari komunitas perempuan Muslim di lingkungan Rotary yang rutin menggelar kajian bulanan. Seiring waktu, kegiatan berkembang menjadi gerakan pemberdayaan perempuan melalui santunan, kunjungan sosial ke panti jompo, hingga program kolaboratif lainnya.

Ke depan, Kajian Muslimah Rotary berharap dapat bersinergi dengan Pemerintah Kota Surakarta dalam memperluas program pemberdayaan perempuan.

“Harapannya bisa berkolaborasi dengan Pemkot Solo, saling mendukung dalam pemberdayaan perempuan. Bisa jadi kami yang dijawil, atau kami yang menjawil,” katanya.

Ketua Panitia, Rosita Lestari, menjelaskan para peserta berasal dari berbagai latar belakang dan wilayah di Solo Raya. Sebagian merupakan rekomendasi dari lingkungan sekitar, tetangga, maupun hasil penelusuran langsung panitia agar bantuan tepat sasaran.

“Melalui momentum Ramadan ini, Kajian Muslimah Rotary ingin menegaskan bahwa perempuan mandiri—apa pun profesinya—adalah pilar keluarga sekaligus inspirasi masyarakat. Ramadan pun menjadi lebih bermakna ketika kebahagiaan dirayakan bersama,” pungkas Rosita.