Halal Bihalal 8 Majelis Taklim se-Solo, Dihadiri Iriana Jokowi, Angkat Tema Merawat Taqwa, Menguatkan Ukhuwah untuk Menggapai Ridho-Nya

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS — Sebanyak delapan Majelis Taklim (MT) se-Surakarta menggelar kegiatan Halal Bihalal dalam suasana bulan Syawal, Senin (13/4/2026) di The Sunan Hotel Solo. Kegiatan ini diikuti oleh 225 peserta dengan mengusung tema “Merawat Taqwa, Menguatkan Ukhuwah untuk Menggapai Ridho-Nya”.

Delapan Majelis Taklim yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain MT Kajian Muslimah Rotary, MT Qanita, MT Khairunisa, MT Ekspensa, MT Mutiara Bening Ati, MT Zaedah, MT Istiqomah, dan MT Sahaja. Pada kesempatan ini, Kajian Muslimah Rotary (KMR) bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara.

Ketua panitia, Rita Helmy, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antarjamaah, terlebih masih dalam suasana Syawal.

“Halal bihalal ini menjadi ruang bagi kami dari berbagai majelis untuk saling bertemu, menyatukan perbedaan, dan memperkuat ukhuwah sehingga tercipta harmoni yang indah,” jelas Rita yang juga sebagai Ketua Kajian Muslimah Rotary ini.

Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan pengajian ini memiliki sejarah panjang, yang awalnya diinisiasi oleh Iriana Jokowi beberapa tahun yang lalu. Setelah sempat vakum di masa Covid 19, kegiatan ini kembali dihidupkan sebagai upaya mempererat kebersamaan antar komunitas muslimah di Solo.

Hadir Iriana Jokowi dan Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani yang turut memeriahkan acara dengan menyanyikan beberapa lagu bernuansa Islami. Suasana acara semakin istimewa dengan kekompakan seluruh peserta yang mengenakan busana wastra Nusantara. Para peserta tampil anggun dengan balutan kain tradisional seperti songket dan tenun, dipadukan dengan busana putih dan kerudung putih.

Menurut Rita, penggunaan wastra Nusantara bukan sekadar simbol estetika, tetapi juga bentuk kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus upaya mendukung pelaku UMKM.

“Kami ingin perempuan-perempuan di Solo mencintai budaya adiluhur warisan nenek moyang. Dengan membiasakan penggunaan wastra Nusantara, kami juga berharap dapat menghidupkan UMKM lokal,” tuturnya.

Kegiatan ini pun berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Meski persiapan terbilang singkat, yakni hanya dua hari latihan, seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar dan memberikan kesan mendalam bagi para peserta.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai keimanan dan kebersamaan semakin kuat, serta mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus menjaga persatuan dalam keberagaman.