SOLO, MettaNEWS – Suka cita menyambut bulan suci Ramadan nampak terasa di gelaran Festival Semarak Kampung Ramadan Solo 2022, Sabtu (2/4) sore. Berpusat di Balai Kota Solo, festival ini menjadi pusat perhatian masyarakat yang melintas dari kawasan Jalan Jenderal Sudirman hingga Balai Kota Solo. Pertama kali digelar setelah dua tahun Ramadan berjalan penuh kehampaan, saat ini masyarakat bisa merasakan euforia suka cita Ramadan kembali.
Festival Semarak Kampung Ramadan 2022 dimulai daengan parade prajurit dari Keraton Surakarta sekira pukul 16.00. Mengitari Alun-alun Utara hingga Jendsu, parade ini berakhir di Balai Kota Solo pada pukul 16.30. Usai parade, acara dilanjutkan dengan ditampilkannya Hadrah Az Zahra Banjarsari. Di waktu yang sama, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming nampak hadir ditengah-tengah acara.
Acara berlanjut dengan pembacaan sambutan Ketua Panitia Semarak Kampung Ramadan 1443 H, Sunarto Istianto. Setelahnya acara festival dibuka secara simbolis oleh Gibran dengan menyalakan lampu pernak-pernik Ramadan yang terpasang di sekitar Kompleks Balai Kota Solo sekira pukul 16.50.
Ketua Panitia Semarak Kampung Ramadan 2022, Sunarto Istianto menyebut Semarak Kampung Ramadan 2022 merupakan festival spesial di Kota Solo. Festival ini belum pernah terjadi sebelumnya setelah pandemi melanda.

“Alhamdulillah, Wali Kota Solo, mas Gibran membuka kesempatan yang luar biasa dengan memfasilitasi penyelenggaraan festival melalui tempat ini (Kompleks Balai Kota Solo). Sehingga Semarak Kampung Ramadan ini kita harapkan bisa melepas kerinduan para pemudik yang sudah dua tahun tidak kembali ke kampung halaman,” tutur Sunarto saat ditemui di sela-sela acara di Kompleks Balai Kota Solo, Sabtu (2/4/2022).
Melalui Festival Semarak Kampung Ramadan 2022 ini, diharapkan Sunarto, para pemudik bisa mendapatkan kesan yang memebekas di hati.
“Membaca situasi Festival Semarak Ramadan ini, harapannya akan memberikan kesan tersendiri bagi pemudik. Sehingga nanti tempat-tempat wisata, restoran, hotel, biro biro perjalanan akan ramai kembali. Kemudian pasar-pasar tempat penjualan oleh-oleh yang dikoordinir oleh UMKM akan serentak bergerak sehingga akan meningkatkan perekonomian,” jelasnya.
Semarak Kampung Ramadan direncanakan akan berlanjut hingga lebaran tiba. Dengan dipenuhi ornamen-ornamen Ramadan, Solo akan nampak lebih hidup saat bulan suci Ramadan berlangsung.
“Rencananya sampai habis lebaran masih ada tambahan di Tugu Titik 0 karena ini tenaga produksinya belum jalan. Kita masih menerima partisipan. Ini kan masalahnya produksinya ya, produksi yang belum bisa, nantinya akan lebih semarak,” tambahnya.
Mengalami kendala produksi lampu ting ornamen, Sunarto menyebut masih akan terus menambah jumlah ornamen seiring berjalannya puasa Ramadan. Meskipun begitu, saat ini sejumlah ornamen lampion dan ketupat bernuansa Ramadan dengan warna hijau terpasang di Jembatan Pasar Gede, adanya ornamen tersebut menambah suka cita Ramadan makin terasa.
Gelaran festival tersebut diungkapkan Sunarto akan diisi dengan pemberian takjil, salat tarawih berjamaah, tadarus dan kesenian kelompok islami yang tampil di halaman Balai Kota Solo usai pembukaan festival.
“Nanti akan dikoordinir dengan Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Solo. Sehingga nanti bisa dari kampung-kampung semua akan berpartisipasi meneriahkan festival,” pungkasnya.








