SOLO, MettaNEWS- Solo Art Market (SAM), event komunitas artisan seri-13 menampilkan 46 artisan dari wilayah Solo dan sekitarnya, Sabtu (26/3) di ruang publik bersejarah, Kelurahan Keprabon dan Jalur Pedestrian Ngarsapura. Digelar selama 2 hari, pada 26-27 Maret, event ini diisi para artisan keren yang sangat menarik untuk dikunjungi di waktu weekend.
Koordinator Solo Art Market, Heru Witaya menyebut animo masyarakat dan peserta ragam kreasi para artisan sebelumnya sangat luar biasa. Sehingga pihaknya mengapresiasi dengan kembali memberikan ruang berkreasi bagi para artisan di Solo Art Market seri ke-13.
“Setiap bulan kegiatan ini kita adakan. Nanti akhir April akan kita adakan lagi sewaktu Ramadan,” jelasnya di sela-sela acara, Sabtu (26/3/2022).
Kembali akan digelar di tempat yang sama, pada event selanjutnya akan ada kreasi kuliner untuk pengujung menghabiskan waktu ngabuburit. Rencananya event ini akan dibuka dari jam 15.00 hingga waktu berbuka puasa dimulai.
“Bulan depan rencananya kami akan menampilkan kreasi kuliner baru dengan memperluas area dalam (Kelurahan Keprabon). Jadi kita mencoba untuk memanfaatkan apa yang ada dulu,” tambahnya.
Heru berharap event pasar seni yang digelar di ruang publik ini membuat pengunjung dapat menikmati suasana yang nyaman sambil berkeliling disepanjang Pedestrian.

Menjadi suatu hal yang penting, tradisi pasar seni di Pedestrian menunjukkan Solo sebagai kota budaya. Menojolkan koridor budaya, Solo Art Market menjadi cara bagaimana peserta yang ikut serta dapat menunjukkan bahwa Kota Solo mempunyai kreator seni yang baik.
Mempunyai tantangan disetiap gelarannya, Heru menyebut kreativitas penyelenggaraan akan terus diperbaiki. Sempat terhalang pandemi, kolaborasi para artisan beralih ke pasar online untuk bertahan di masa yang sulit.
“Event ini terus bertumbuh terlebih peserta yang ikut semakin banyak. Dari event ini bukan hanya soal pendapatan yang banyak, akan tetapi pertemuan dengan masyarakat itu menjadi hal yang penting untuk bisa terus menyemangati para artisan di masa yang sulit ini,” jelasnya.
Membangun sinergi yang baik, Pemerintah Kota Solo mendukung gelaran event ini melalui penyediaan tempat bagi para artisan untuk tumbuh bersama.
Selain itu, event ini juga dihadiri KGPAA Mangkunegara X untuk membuka acara. Dibuka secara simbolis dengan pengalungan batik motif Mangkunegaran dari salah satu artisan, pihaknya menyambut event ini sebagai gelaran yang baik.
“Acara yang baik sekali, semoga para kreator, para seniman tetap bisa semangat untuk menciptakan karya-karya yang lebih baik untuk melestarikan kebudayaan,” tutur KGPAA Mangkunegara X.
Mengungkapkan tanggapan positifnya terhadap event Solo Art Market, KGPAA Mangkunegara X memberikan semangat pada para artisan untuk berkreasi untuk mengembangkan budaya Kota Solo secara bersama.
“Kami sangat senang dengan gelaran event di Ngarsapura ini. Bagaimana pun juga dengan diadakannya kegiatan di sekitar Mangkunegaran, kami berharap bagaimana kita bisa bersinergi bersama ke depannya,” pungkasnya.









