Earth Hours 60+, Harris Hotel dan Metta Solo FM Ajak Masyarakat Manfaatkan Limbah melalui Solo Preneur

oleh
Live from location peringatan earth hours 60+ Harris Hotel bersama Metta Solo FM, Solo Preneur dan Java Terrace Kitchen and Bar, Minggu (26/3/2022) | MettaNEWS / R. Dhimas

SOLO, Metta NEWS – Tanggal 26 Maret menjadi Hari Peringatan Earth Hour di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Menjadi sebuah kampanye untuk menjaga lingkungan dan mengatasi dampak perubahan iklim di dunia, peringatan ini menjadi gerakan akar rumput. Melalui cara sederhana, masyarakat dapat berpartisipasi secara langsung dengan memadamkan listrik selama beberapa waktu.

Ikut berpartisipasi dalam mengatasi dampak perubahan iklim dunia, Harris Hotel and Convention Solo melakukan pemadaman listrik dengan tajuk 60+. Menggandeng Metta Solo FM untuk mengkampanyekan Earth Hours melalui program live from location,  acara ini menghadirkan 3 narasumber dari Solo Preneur dan Java Terrace Kitchen and Bar.

Staff Public Relations Harris Solo, Katarina Jessica mengatakan peringatan earth hours ini tidak hanya dilakukan di Harris Solo. Melainkan seluruh unit di luar Kota Solo secara serentak memperingati earth hours dengan cara yang berbeda.

“Unit di luar Kota Solo juga memperingati Earth Hours ini dengan kegiatan yang berbeda-beda seperti candle light dinner, “ jelas Katarina dalam acara live from location Meta Solo FM, di Harris Solo, Sabtu (26/3/2022).

Harris and Convention Hotel Solo memperingati earth hours bertajuk 60+

Sebagai wujud kampanye, pihaknya mendukung peringatan Earth Hours setiap tahunnya. Pemadaman listrik berlangsung selama 1 jam yakni pukul 20.30 sampai 21.30 WIB memadamkan listrik di public hotel area seperti lobby, restaurant, gym dan area refreshing. Merupakan hal yang privasi bagi para tamu, Katarina menyebut bagian kamar tamu tidak diwajibkan untuk mengikuti kampanye ini.

“Sebelumnya kami sudah memberitahukan ke para tamu kalau sedang ada kampanye earth hours selama 60 menit. Jadi para tamu bisa tetap nyaman menghabiskan waktunya di Harris Solo,” ungkapnya.

Bekerjasama dengan Solo Preneur, Harris Hotel ingin mengajak masyarakat untuk memanfaatkan limbah. Dalam peringatan Earth Hours kali ini Solo Preneur ikut mengkampanyekan gerakan menjaga bumi melalui peringatan Earth Hours bersama Harris Solo dan Metta Solo FM.

Founder Solo Preneur, Maliyana Nur Wijayanti mengatakan Solo Preneur merupakan tempat untuk menggerakan UMKM menuju satu tujuan Mukti Bareng. Melalui aksi nyata memanfaatkan barang limbah tak terpakai, Maliyana menyebut kegiatan me-recycle adalah suatu hal yang penting.

“Bersama sekretaris Solo Preneur sekaligus krafter recycle, kita mengangkatnya melalui acara ini. Kita harus save planet bumi melalui pemanfaatan limbah. Jadi limbah yang biasanya dibuang, di tempat kami diubah dengan sedemikian rupa untuk mendapatkan nilai jual lebih,” ungkap Maliyana.

Host Metta Solo FM bersaqma narasumber Solo Preneur, Java Terrace Kitchen and Bar dan Harris Hotel

Maliyana menyebut, limbah yang dapat dimanfaatkan diantaranya plastik, klobot (daun pembungkus tongkol jagung), paralon, kain perca, dan kayu yang dapat diubah menjadi karya seni bernilai tinggi. 

Tidak hanya untuk peringatan earth hours, Maliyana mengungkapkan, Solo Preneur akan terus berupaya melakukan kegiatan bermanfaat untuk melindungi bumi dari kerusakan melalui kegiatan workshop disejumlah tempat. Terbentuk pada Desember 2021, pihaknya terus berupaya mengumpulkan produk UMKM yang memiliki potensi untuk diperkenalkan ke manca negara.

Peringatan earth hours menjadi momentum yang tepat untuk Solo Preneur mengajak masyarakat Solo agar bisa memanfaatkan limbah yang biasa dibuang secara cuma-cuma. Sebanyak 35 orang tergabung dalam Solo Preneur, pihaknya menuturkan terdapat syarat yang diberikan kepada pihak pengaju yakni harus memproduksi karyanya sendiri atau produsen.

Memiliki peran dalam mengembangkan UMKM di Kota Solo, Solo Preneur lebih memfokuskan pada target yakni membuat kreatifitas produk bermutu tinggi yang dapat dijual di sejumlah hotel. Maliyana menyebut pihaknya sudah bekerjasama dengan 12 hotel, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

“Pemilahan sampah di Kota Solo ini belum bisa maksimal. Jadi kita manfaatkan secara total untuk mengurangi jumlah sampah di kota ini. Harapannya melalui kegiatan ini, semua lapisan dapat Nyawiji Sesarengan Mbangun Mukti. Kalau sudah bersatu, mari saling mukti bareng. Jadi tidak hanya puas saat sudah mencapai satu tujuan saja, melainkan harus terus berupaya untuk bersama-sama mencapai kesejahteraan,” pungkasnya.