Dukcapil Goes To School, 470 Siswa SMKN 2 Solo Pasang KTP Digital Identitas Kependudukan Digital

oleh
Identitas Kependudukan Digital
Siswa SMKN 2 Solo, Muhammad Yazid mengikuti Dukcapil Goes To School aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), Selasa (14/2/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menggelar kegiatan Dukcapil Goes To School untuk percepatan perekaman Identitas Kependudukan Digital (IKD) ke 470 siswa SMKN 2 Solo, Selasa (14/2/2023).

Sttaf Bidang Kesiswaan SMKN 2 Solo, Ganjar Haryono mengatakan kegiatan Dukcapil Go To School ini diperuntukkan bagi siswa yang sudah memiliki KTP elektronik berupa blanko. Untuk kemudian dibentuk jadi KTP Digital melalui aplikasi IKD.

“Dari seluruh siswa 2.200 yang sudah memiliki KTP dan ber-KK Solo sekitar 470 siswa. Maka kita gelar aktivasi IKD ini selama 3 Hari. Dari jam 8-an sampai sekitar jam 12.00 sampai jam 13.00,” terang Ganjar kepada MettaNEWS, Selasa (14/2/2023).

Bagi Ganjar, aktivasi IKD bagi siswa dapat mempermudah pemberkasan dan pendataan sekolah. Sebab selain KTP, dalam aplikasi Identitas Kependudukan Digital ini terdapat akta kelahiran dan juga Kartu Keluarga (KK). Sehingga tidak ada lagi siswa beralasan lupa membawa berkas saat pendataan datang.

“IKD ini sangat bermanfaat karena misalnya siswa ketika kita suruh membawa KTP. Identitas untuk keperluan administrasi siswa sekolah banyak sekali yang beralasan lupa membawa. Tapi dengan adanya IKD atau aplikasi KTP Digital ini semoga kedepannya alasan seperti itu berkurang,” terang Ganjar.

“Karena identitas seperti itu sudah bisa terakses oleh smartphone masing-masing. Bukan hanya untuk data siswa tapi data keluarga juga bisa melalui aplikasi tersebut. Kemungkinan ada beberapa kegiatan dari sekolah yang mengikutsertakan data ayah ibu atau walinya,” pungkasnya.

Pemasangan KTP Digital IKD Mudah dan Cepat

Salah satu siswa kelas 12 jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) SMKN 2 Solo, Muhammad Yazid A.M (17) mengaku pembuatan KTP Digital lewat aplikasi IKD sangat cepat dan mudah. Tidak butuh waktu lebih dari 5 menit aktivasi IKD pun siap digunakan.

“Sangat mudah pembuatannya karena datanya sudah ada dari KTP elektronik tinggal menginput saja. Tadi nggak ada 5 menitan sudah bisa dibuat,” tutur Yazid.

Yazid merasakan manfaat dari aktivasi IKD ini. Kini ia tak perlu repot membawa berkas-berkas saat pendataan sekolah. Hanya sekali klik maka data yang ia perlukan sudah dalam genggaman ponselnya.

“Manfaatnya memudahkan tidak harus membawa berkas-berkas lagi. Yang paling merepotkan dari KTP bentuk fisik itu kayak lupa naruh. Jadi bisa hilang kalau HP kan pasti saya bawa kemana-mana. Sangat mudah sekali jadinya,” pungkasnya.