Dr Lo Punya Prinsip, Kalau Mau Kaya Jadilah Pebisnis, Jangan Dokter

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Meninggalnya dr Lo Siauw Ging, menimbulkan duka dalam hati masyarakat Solo. Sosok dokter berhati emas yang banyak memberi perhatian untuk masyarakat miskin, dan berkontribusi untuk dunia kesehatan.

Sumartono Hadinoto, tokoh masyarakat Solo kepada MettaNews mengisahkan, dia sangat mengenal sosok dr Lo. Selain karena rumahnya berdekatan di kawasan Jagalan, Jebres, Solo, juga karena keduanya sama-sama aktif di misi kemanusiaan.

“Beliau tidak pernah memungut ongkos berobat, kalau pasiennya miskin. Bahkan tidak jarang dia memberikan obat secara gratis. Ini berlangsung puluhan tahun,” papar Sumartono di sela-sela persiapan persemayaman jenazah dr Lo di rumah duka Thiong Ting, Selasa (9/1/2024).

Menurut Sumartono, dia pernah mendengar langsung dari dr Lo, tentang sikapnya yang tidak seperti dokter kebanyakan.

“Itu berawal dari pesan ayahnya, bahwa kalau jadi dokter niatnya harus untuk menyembuhkan orang. Bukan untuk cari duit. Kalau mau cari duit, ingin kaya, jadilah pebisnis,” ujarnya.

Baca Juga: Lo Siauw Ging, Dokter Berhati Emas di Solo Meninggal Dunia

Dengan pesan itulah, dr Lo seperti malaikat bagi wong Solo. Dia membuka praktik di rumahnya, mengobati pasien dengan segala macam penyakit dengan gratis. Bahkan, untuk pasien miskin dr Lo tak segan memberikan obat secara cuma-cuma.

“Semangat membantu sesama ini yang kemudian saya tularkan kepada dokter-dokter di PMI Kota Solo, setidaknya agar mereka mengingat bahwa profesi dokter adalah sangat dibutuhkan dan bermanfaat untuk masyarakat,” imbuhnya.

Sumartono menambahkan kisah, dr Lo seorang Tionghoa. Namun, pada kerusuhan yang melanda Solo tahun 1998, dia justru mendapat perlindungan. Rumahnya dijaga oleh warga kampung, mereka tidak membiarkan seorang pun mengganggu dr Lo dan keluarga.

Selain praktik di rumah, dr Lo juga bergabung dengan RS dr Oen dan RS Kasih Ibu. Sumartono yakin, kedua rumah sakit itu berkembang menjadi besar tidak lepas dari andil dr Lo dengan semangatnya menyehatkan masyarakat.

Hingga usia sepuh, berkali-kali dr Lo jatuh sakit. Hingga Jumat (5/1) kemarin kembali masuk RS Kasih Ibu, dan akhirnya meninggal dunia pada Selasa (9/1) pukul 14.00.