JAKARTA, MettaNEWS – Presiden RI Joko Widodo merencanakan perubuhan Stadion Kanjuruhan Malang Jawa Timur. Hal ini menyusul terjadinya Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022. Dalam tragedi ini Dinas Kesehatan Kabupaten Malang mencatat ada 754 korban dalam tragedi ini. Yakni 132 meninggal dunia, 598 orang luka ringan dan 26 lainnya luka berat.
Selanjutnya lokasi peristiwa berdarah itu rencananya akan dibangun ulang sesuai standar Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Adapun tujuan pembangunan ulang ini yakni untuk meningkatkan keselamatan penonton dan pemain dalam stadion.
“Tadi saya juga menyampaikan dan FIFA mengapresiasi untuk Stadion Kanjuruhan di malang, juga akan kita runtuhkan, dan kita bangun lagi sesuai dengan standar FIFA sebagai contoh standar stadion dengan fasilitas-fasilitas yang baik, menjamin keselamatan penonton dan pemain dan juga untuk suporter,” kata Jokowi usai pertemuan dengan Presiden FIFA di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (18/10/2022).
Usai bertemu dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, Presiden Jokowi juga membahas beberapa hal terkait persepakbolaan Indonesia. Dikatakan Jokowi pembahasan tersebut diantaranya manajemen stadion di Indonesia. Terutama terkait fasilitas stadion dan standar penyelenggaraan pertandingan sepakbola.
“Kami berdiskusi secara detail mengenai persepakbolaan Indonesia ke depan seperti apa.Kedua juga yang berkaitan dengan manajemen keamanan, manajemen security, juga kita bicarakan secara detail. Yang ketiga yang berkaitan juga manajemen pertandingan utamanya, yang terkait dengan pengaturan waktu,” tutur Jokowi.
Selain itu pertemuan orang nomor 1 di Indonesia dengan pimpinan FIFA tersebut juga membahas manajemen suporter di Indonesia. Lebih lanjut Jokowi mengatakan transformasi persepakbolaan di Indonesia segera dimulai.
“Kami bersepakat tadi transformasi persepakbolaan Indonesia akan dimulai bersama-sama dengan FIFA. Dan FIFA akan berkantor di Indonesia sampai semuanya berjalan dengan baik,” terang Jokowi.
Sebagai informasi Stadion Kanjuruhan yang terletak di Jalan Trunojoyo, Krajan Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang tersebut mulai dibangun pada tahun 1997. Menelan dana pembangunan hingga Rp 35 milliar, Stadion Kanjuruhan diresmikan pada 9 Juni 2004 oleh Presiden RI kelima. Stadion ini mampu menampung hingga 30.000 penonton dengan kapasitas 25.449 penonton duduk dan 1.000 penonton berdiri.
Bersamaan dengan pembukaan, digelar pertandingan kompetisi Divisi Satu Liga Pertamina tahun 2004, antara Arema vs PSS Sleman. Pertandingan berakhir untuk kemenangan Arema 1–0. Pada tahun 2010, dilakukan renovasi sebagai syarat mengikuti Liga Champions AFC 2011 dengan menambah daya pada pencahayaan.
Hingga pada 1 Oktober 2022, terjadi kericuhan antara supporter Arema FC dengan aparat keamanan saat pertandingan Derbi Super Jawa Timur yang dimenangkan Persebaya. Meski pada saat itu Panitia Penyelenggara (Panpel) hanya mendatangkan suporter satu klub saja yakni Arema FC namun kericuhan tetap terjadi usai adanya penggunaan gas air mata yang ditembakkan ke tribun penonton. Penonton yang berusaha keluar dari stadion yang dipenuhi tembakan gas air mata akhirnya merusak beberapa fasilitas seperti tangga, pintu, pagar tribun kursi maupun tembok. Hal ini membuat kondisi stadion alami kerusakan.







