SOLO, MettaNEWS – Dinas Pendidikan Kota Solo mewanti-wanti orang tua murid agar tidak mudah menyebarkan pesan WhatsApp yang tidak jelas kebenarannya. Hal ini menyusul adanya isu upaya penculikan salah satu siswa SD Kristen Manahan Solo yang marak beredar.
“Tambahan informasi ke sekolah tolong orang tua mengimbau via grup masing-masing kelas. Jangan langsung statement ke media, pastikan dulu kebenarannya. Bisa lewat CCTV atau tanya dulu ke guru dan kepala sekolah terkait kebenaran info yang ia dapat. Baru statement ke media,” kata Kepala Dinas Pendidikan Solo, Dian Rineta kepada MettaNEWS, Jumat (3/1/2023).
Sebelumnya beredar rekaman atau voice note WhatsApp orangtua murid SD Kristen Manahan yang mengatakan adanya upaya penculikan anak di lingkungan sekolah. Rekaman tersebut berisi pemberitahuan dan imbauan agar berhati-hati lantaran penculik anak telah sampai Solo.
Setelah isu ini beredar dan menghebohkan masyarakat Solo, akhirnya pihak sekolah pun menyatakan bahwa isi dari rekaman tersebut tidak benar. Dinas Pendidikan juga telah mengonfirmasi bahwasanya anak yang bersangkutan tidak bercerita adanya upaya penculikan. Dinas Pendidikan juga telah mengklarifikasi bahwasanya yang membuat VN bukan orangtua murid yang bersangkutan.
Penjelasan Dinas Pendidikan Soal Rekaman Suara Upaya Penculikan SD Kristen Manahan
“Yang membuat dan menyebarkan VN bercerita penculikan itu bukan orang tua dari si anak. Melainkan orang lain yang mendengarkan cerita dari siswa. Siswa itu entah berimajinasi atau diskusi dengan bapaknya dan orang yang VN itu mendengarkan duduk di sebelah terus mengambil kesimpulan. Kemudian dia sebarkan oleh cerita tadi,” jelas Dian.
Kini pihak Disdik meminta pembuat isu tersebut membuat VN klarifikasi dan menyebarluaskannya ke grup-grup SD Kristen Manahan. Bahwasanya apa yang telah ia ceritakan sebelumnya adalah hal keliru. Hal ini bertujuan agar orang tua siswa tidak diselimuti kekhawatiran perihal penculikan.
“Jadi saya minta kalau memungkinkan mohon untuk klarifikasi via suara juga. Karena ini meresahkan kemana-mana. Ini saya minta sebagai edukasi ke para orang tua jadi jangan asal agar tidak ada ketakutan,” kata Dian.







