SOLO, MettaNEWS – Kasus penahanan ijazah di sekolah swasta menjadi perhatian khusus Dinas Pendidikan Kota Solo.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Solo, Abdul Haris Alamsyah membeberkan selama lima tahun ke belakang pihaknya banyak menemui kasus penahanan ijazah.
Namun untuk saat ini, kasus tersebut sudah jarang dan hampir tidak ada. Mengenai kembali ditemukannya kasus penahanan ijazah oleh beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Solo.
Pihaknya menyarankan agar siswa tidak mampu memilih sekolah negeri ketimbang sekolah swasta.
“Maka kalau boleh matur siswa yang kurang mampu itu masuk saja semuanya ke negeri, karena gratis. Takutnya nanti kalau masuk swasta juga akan menjadi masalah, karena mereka juga akan kesulitan dalam hal pembiayaan,” ujar Abdul, Jumat (28/4/2023).
Kendati demikian, pihaknya mengakui bahwa sekolah swasta memiliki beberapa karakteristik yang lebih unggul ketimbang sekolah negeri.
Misalnya saja dari segi sarana prasarana (sarpras). Menurutnya sarpras sekolah swasta memang sedikit berbeda karena memiliki dukungan dana yang baik dari wali murid.
“Kadang kalau ada kasus penahan ijazah itu kami juga membantu bagaimana solusinya. Karena di satu sisi juga swasta memiliki hak untuk mendapatkan itu, dan di sisi lain siswa juga harus memiliki ijazah untuk melanjutkan pendidikan,” tandasnya.
Terpisah Kepala Cabdin Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah Suratno mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan orang tua siswa yang ijazahnya tertahan untuk dapat berkoordinasi kembali dengan pihak sekolah.
Diakuinya, sekolah swasta memang memiliki kebijakan tersendiri sesuai dengan satuan pendidikan masing-masing.
“Ortu (orangtua-red) yang bersangkutan agar berkomunikasi dengan Kepala Sekolah, pasti ada solusi,” ucapnya.







