Dies Natalis ke-45 UTP Surakarta Gelar Wayang Kulit “Bima Suci” untuk Membumikan 4 Pilar Kebangsaan

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS — Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya Nusantara melalui pagelaran Wayang Kulit dengan lakon “Bima Suci”.

Acara yang digelar di Kampus 2 UTP Cengklik ini menjadi bagian dari perayaan Dies Natalis UTP ke-45 dengan mengusung tema “Membumikan 4 Pilar Kebangsaan Menuju Generasi Unggul Berkarakter Patriotisme, Kepeloporan, dan Kemandirian.”

Pementasan ini menghadirkan dalang muda Ki Amar Pradopo serta kolaborasi menarik bersama guest star Owah Gerr Band yang memberikan sentuhan humor dan musik modern pada pertunjukan tradisional. Selain itu, acara juga dimeriahkan oleh Festival UMKM karya mahasiswa UTP dari berbagai fakultas.

Rektor UTP, Prof. Winarti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari upaya kampus dalam menjaga kelestarian budaya Jawa di tengah derasnya arus globalisasi.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul secara akademis, tapi juga memiliki akar budaya yang kuat. Ini sejalan dengan visi UTP yang menjunjung nilai-nilai Pancasila dan Tri Ciri UTP: Patriotisme, Kepeloporan, dan Kemandirian,” ujarnya.

Prof. Winarti menambahkan bahwa UTP kini masuk dalam 10 besar program Brida sebagai bentuk pengakuan atas inovasi mahasiswa dalam bidang UMKM.

“Pagelaran ini bukan hanya tentang budaya, tapi juga integrasi nilai pendidikan, ekonomi kreatif, dan kebangsaan. Semoga UTP terus tumbuh sebagai universitas unggul yang berjiwa Indonesia,” tuturnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua MPR RI Dr. Lestari Moerdijat dan Anggota DPR RI 2019–2024 Dr. Eva Yuliana. Dr. Lestari menyampaikan apresiasi atas inisiatif UTP dalam membumikan nilai-nilai kebangsaan melalui pendekatan budaya.

“Empat pilar kebangsaan — Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika — adalah fondasi utama karakter bangsa. Lakon Bima Suci menggambarkan perjalanan spiritual dalam mencari kebenaran dan ilmu sejati, yang sangat relevan dengan pembentukan karakter generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, memberikan apresiasi atas peran UTP yang konsisten menyelenggarakan pagelaran budaya sebagai bagian dari perayaan lustrum kampus.

“Wayang bukan sekadar tontonan, tapi juga tuntunan yang penuh nilai moral dan kebangsaan. Kami berharap mahasiswa UTP dan masyarakat luas dapat terus memelihara filosofi hidup dari budaya kita sendiri,” ucapnya.

Selain suguhan seni wayang, kegiatan ini juga diisi Festival UMKM yang menampilkan produk-produk mahasiswa UTP dari bidang kuliner, kerajinan, hingga souvenir. Beberapa mahasiswa telah mendapatkan pendanaan dari pemerintah pusat maupun daerah, khususnya di bawah bimbingan dosen seperti Dr. Rini dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang dikenal aktif membina mahasiswa dalam kewirausahaan.

Menurut Ketua Pelaksana, Danang Adhi Kusuma, kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai hiburan, namun juga edukasi budaya.

“Kami ingin pertunjukan ini memberi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan warisan budaya bangsa,” kata Danang.