SOLO, MettaNEWS — Rektor Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Prof. Dr. Sutoyo, menegaskan visi besar kampusnya untuk menjadi universitas berkualitas di tingkat Asia Tenggara yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila.
Pernyataan itu disampaikan dalam sambutannya pada Rapat Terbuka Senat dalam rangka Lustrum IX Unisri, Sabtu (21/6/2025), di Auditorium Unisri.
“Sejak 2020, kami menegaskan arah Unisri sebagai universitas unggul berbasis nilai-nilai Pancasila. Visi ini kami turunkan dalam lima misi utama yang berfokus pada pendidikan berkualitas, riset yang bermanfaat, pengabdian masyarakat dan kewirausahaan, inovasi kelembagaan, serta jejaring global,” ujar Sutoyo di hadapan civitas akademika dan tamu undangan.
Dalam praktiknya, lanjut dia, Unisri mengembangkan budaya kerja yang disebut sebagai “SUPER”: Smart (cerdas dan profesional), Power (cepat dan tanggap), Etic (berbasis etika), dan Responsibility (penuh tanggung jawab).
Unisri saat ini menaungi enam fakultas, yakni Fakultas Hukum, Ekonomi dan Bisnis, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Pertanian, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Teknologi Industri Pangan. Terdapat 18 program studi aktif, terdiri dari 15 program sarjana (S1) dan 3 program magister (S2).
“Kami sedang memproses pembukaan program studi baru, seperti S1 Bisnis Digital, Teknologi Informasi, Data Sains, serta S2 Kenotariatan dan Ilmu Pendidikan. Mohon doa restunya,” imbuh Sutoyo.
Saat ini, jumlah mahasiswa aktif di Unisri tercatat sebanyak 7.429 orang. Jumlah penerimaan mahasiswa baru pada tahun akademik 2022/2023 sebanyak 1.852 orang, tahun 2023/2024 sebanyak 1.871 orang, dan tahun 2024/2025 mencapai 2.671 orang (termasuk peserta PPG).
Unisri didukung oleh 171 dosen, dengan 55 di antaranya bergelar doktor dan 26 lainnya sedang menempuh studi doktoral. Selain itu, terdapat 7 guru besar, 21 lektor kepala, dan 99 dosen telah tersertifikasi. Tenaga kependidikan (tendik) yang mendukung operasional kampus berjumlah 123 orang.
Capaian penelitian dan pengabdian masyarakat Unisri cukup signifikan. Tahun ini, ada 135 judul penelitian internal dengan total dana Rp1,013 miliar dan 4 penelitian Kemendikbudristek senilai Rp441 juta. Pengabdian internal berjumlah 134 kegiatan dengan dana Rp670 juta, serta 7 pengabdian Kemendikbudristek senilai Rp467 juta.
Di bidang publikasi ilmiah, para dosen Unisri telah menghasilkan 6 jurnal internasional bereputasi, 34 jurnal nasional, 95 hak cipta, 29 buku ISBN, dan 11 chapter buku nasional.
Tak hanya itu, Unisri juga berhasil meraih hibah institusi dari berbagai program Kemendikbudristek seperti Pertukaran Mahasiswa Merdeka (Rp145 juta), Kampus Mengajar (Rp65 juta), Program Kompetisi Kampus Merdeka Prodi Manajemen (Rp1,167 miliar), Prodi Hubungan Internasional (Rp1,33 miliar), dan Prodi Ilmu Hukum (Rp652 juta).
Rangkaian Lustrum IX Unisri ini juga menghadirkan orasi ilmiah dari Prof. Dr. Moh. Mahfud MD yang mengangkat tema Meluruskan Perjalanan Reformasi Menuju Indonesia Emas.
Acara tersebut menandai semangat berkelanjutan Unisri dalam membangun institusi pendidikan tinggi yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing global.







