Densus 88 Antiteror Kukuhkan Koperasi Srikandi Gema Salam Dikelola Para Istri Eks Napi Teroris

oleh
oleh
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyerahkan surat pengukuhan Koperasi Srikandi Gema Salam | Metta NEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri inisiasi berdirinya koperasi yang beranggotakan istri-istri eks napi teroris. Koperasi Srikandi Gema Salam ini bekerja sama dengan Perkumpulan Solo Bersimfoni.

Hal ini sebagai implementasi dari kebijakan Pemerintah Republik Indonesia tentang Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang mengarah pada terorisme (Perpres Nomor 7 Tahun 2021) khususnya Pilar 1 yang terdiri dari pencegahan (Kesiap-siagaan, kontra radikalisasi dan deradikalisasi),

Koperasi ini dikelola dan beranggotakan istri-istri eks narapidana terorisme (napiter) di Solo dan sekitarnya.

Pengukuhan koperasi srikandi Gema Salam bertajuk “Wanita Indonesia Wanita Tangguh” dihadiri oleh Kadensus 88 Irjen Pol Marthinus Hukom, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Yayasan Gema Salam, Jack Harun.

Marthinus menjelaskan hadirnya koperasi srikandi merupakan salah satu bentuk keterbukaan bagi para istri eks napiter untuk berbaur secara sosial. Selama mereka cenderung tertutup dan lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah untuk menjaga anak-anaknya.

Saya melihat perubahan baru, kemauan para eks napiter untuk melakukan terobosan interaksi sosial. Tidak mudah bagi mereka berbaur dengan masyarakat. Namun eks napiter ini mendorong istri-istrinya untuk melakukan interaksi sosial lewat usaha-usaha bersama,” kata Marthinus di hotel Grand Sae Solo, Jumat ,(16/9/2022).

Marthinus melihat koperasi srikandi menjadi sarana yang tepat pada program deradikalisasi bukan hanya tanggung jawab Densus 88 namun juga eks napiter.

“Interaksi sosial ini penting karena para istri eks napiter ini mengalami keterbukaan. Mereka ingin berinteraksi lewat usaha, bisnis. Tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, jejaring sosial jadi terbuka dari yang selama ini tertutup hanya dalam lintas kelompok mereka saja,” ungkap Marthinus.

Masih melekatnya stigma negatif atas perbuatan napi terorisme ini di masa lalu membuat penerimaan masyarakat juga tersendat. Marthinus menyebut lingkungan tidak serta merta bisa menerima dengan lapang. Bahkan penolakan dari keluarga sendiri juga tidak bisa dihindari.

“Ada kemauan mereka untuk terbuka. Muncul kesadaran ingin kembali membaur ini luar biasa. Kondisi dilema ini karena ada resistensi masyarakat. Kita harus membuka ruang agar stigma itu terhapus dari mereka. Karena menurut saya meskipun mereka pelaku tetapi kita juga harus menempatkan mereka sebagai korban doktein kekerasan yang mengubah rasionalitas mereka,” tandasnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menambahkan, pemerintah terus memberikan perhatian para eks napiter dalam progran deradikalidasi, khususnya kepada Yayasan Gema Salam.

Selama ini, lanjut Ganjar, mereka dilibatkan sebagai pembicara dalam sosialisasi mencegah aksi terorisme khususnya ke sekolah-sekolah.

“Kita juga telah membina secara ekonomi. Beberapa sudah punya usaha, ada peternak lele, kopi, bakso, pedagang kambing dan lainnya,” terang Ganjar.

Ganjar juga menyebut sudah banyak upaya yang Densus 88 kerjakan utamanya dalam penanganan terorisme.

“Tidak hanya program deradikalisasi tapi juga bagaimana eks napiter ini mampu memberdayakan ekonomi keluarga dan kembali di tengah-tengah masyarakat,” tutur Ganjar.

Ganjar juga mengarahkan pada Dinas Koperasi untuk mendampingi agar koperasi dapat berjalan, berkembang dan bisa naik kelas.

Sementara itu, Ketua Yayasan Gema Salam Jack Harun mengatakan anggota koperasi srikandi Gema Salam sebanyak 15 orang. Semua merupakan istri-istri eks napiter.

Mereka ada dari eks napiter kasus bom Bali I, bom Polresta Solo, bom Candi Resto, eks napiter calon pengantin bom malam tahun baru 2017 di Bali dan eks jaringan ISIS.

“Ibu-ibu ini sudah sepakat akan membuat koperasi dan berharap dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga,” pungkas Jack Harun.