SOLO, MettaNEWS – Sekelompok alumni SMA Negeri 4 Solo, berniat menggelar aksi mendukung kebaya sebagai busana nasional Indonesia untuk diakui Unesco. Aksi ini berbentuk flash mob hingga paduan suara di arena Solo Car Free Day Jalan Slamet Riyadi, Minggu (28/8/2022).
Ketua panitia kegiatan Kebaya Goes to Unesco, Lusiana Wiwik kepada MettaNews memaparkan, ada sekitar 150 alumni yang sudah menyatakan akan bergabung dalam acara.
“Niat kami ingin menjadikan kebaya sebagai busana nasional, bukan sekadar dipakai dalam acara tertentu, tapi bisa menjadi busana sehari-hari. Karena kebaya itu identitas kita yang sarat dengan nilai-nilai,” ujar Wiwik.
Rangkaian acara di Car Free Day, diawali dengan seremoni pembukaan pada pukul 6, dilanjutkan dengan fashion show, yel-yel, flash mob Cublak Cublak Suweng, parade Prau Layar, Aja Dibandingke dan Full Senyum, kemudian ditutup dengan paduan suara menyanyikan lagu Rayuan Pulau Kelapa.
“Titik aksi kira kira seratus meter di barat Loji Gandrung, bergerak ke timur kemudian kalau memungkinkan kami ingin paduan suaranya di Loji Gandrung,” imbuhnya.
Wiwik berharap aksi tersebut dapat menyemarakkan Car Free Day di Kota Solo, sekaligus sebagai ajakan kepada semua orang untuk lebih mencintai kebaya.







