SOLO, MettaNEWS – Hujan lebat disertai angin kencang melanda Kota Solo sekira pukul 16.02 WIB menyebabkan belasan pohon tumbang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo mencatat sedikitnya 15 pohon tumbang di titik berbeda.
Pohon tumbang ini terjadi di selatan SMA 7 Tipes, depan Radio Metta Solo FM Elpabes, depan Stasiun Solo Balapan, Komplek Stadion Manahan (Tenis Indoor), Jembatan Pasar Gedhe depan Balai Kota Solo, depan SMKN 3 Solo Gading.

Parkiran RS Panti Waluyo, Badran Manahan, depan Spesial Sambal Manahan, timur Mangkunegaran, DPRD Solo, Kantor Kelurahan Gilingan, Komplek Universitas Kristen Surakarta Margoyudan, Rel Bengkong Purwosari dan depan BSI Sriwedari.
Kepala BPDB Kota Solo, Nico Agus Putranto mengimbau masyarakat Kota Solo untuk waspada dengan perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim penghujan. Sebab dimungkinkan akan banyak pohon tumbang yang disebabkan dari hujan lebat disertai angin kencang.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Solo mungkin saat ini sudah mulai ada perubahan musim dari musim panas ke musim penghujan. Dan dimungkinkan timbulnya angin kencang pada saat kondisi hujan dimohon seluruh warga Kota Solo waspada,” ujar Nico saat dihubungi MettaNEWS melalui sambungan telepon, Selasa (24/10/2023).
“Apabila terjadi hujan dan angin mohon tidak berada di bawah pohon dan masuk berlindung di gedung atau di tempat-tempat yang aman,” imbuhnya.

Terkini sejumlah personel BPBD Kota Solo dan relawan masih berjibaku menangani pohon tumbang di 15 titik Kota Solo. Pihaknya belum menerima laporan korban jiwa yang diakibatkan hujan deras disertai angin kencang pada sore hari ini.
“BPDB dan relawan masih penanganan di beberapa titik tersebar. Masih penanganan semua jadi belum ada validasi terakhir belum kita terima. Kita masih penanganan dan assasment di beberapa titik. Sementara ada 15 titik, korban jiwa kita belum tahu karena masih assasment di lapangan semua,” pungkasnya.
Hujan lebat disertai angin kencang juga mengakibatkan puluhan tenant di acara Kreasi Anak Sekolah Solo (Kreasso) ke-14 di Terminal Hall Tirtonadi ambruk. Bahkan air juga masuk ke dalam lantai hall.

Salah satu warga Solo yang berada di lokasi, Kahfi Harahap mengatakan peserta Kreasso yang terdiri dari anak-anak sekolah panik berhamburan.

“Tenant rusak, peserta panik, air masuk ke dalam hall, tidak ada korban jiwa tapi kebanyakan pada panik lari-larian soalnya hujannya lebat anginnya gede,” ujar Kahfi.

Sementara itu, pohon tumbang di depan Stasiun Solo Balapan mengakibatkan satu orang terjebak di dalam mobil. Proses evakuasi sulit dilakukan dan membutuhkan dongkrak untuk mengangkat mobil tersebut.
Pantauan MettaNEWS di lokasi pohon tumbang depan Radio Metta Solo FM, sejumlah personel BPBD dibantu PMI Kota Solo masih berjibaku mengevakuasi pohon. Arus lalu lintas sempat diberlakukan satu arah.













