SEMARANG, MettaNEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan siap berkolaborasi dengan Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Tinju Indonesia Jawa Tengah untuk meningkatkan pembinaan sekaligus melahirkan atlet-atlet tinju profesional berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menerima audiensi pengurus DPW ATI Jawa Tengah di kantornya, Rabu (20/5/2026).
Menurut Ahmad Luthfi, olahraga tinju di Jawa Tengah memiliki sejarah panjang dan pernah melahirkan petinju besar yang mengharumkan nama Indonesia. Karena itu, pembinaan atlet muda perlu diperkuat agar olahraga tinju kembali berjaya.
“Bagus, kami akan dukung terkait pembinaan atlet muda. Langsung koordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga kita,” kata Luthfi saat berdialog dengan pengurus ATI Jateng.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah, Aria Chandra, menambahkan bahwa ATI Jawa Tengah menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan pembinaan atlet dan penyelenggaraan berbagai kejuaraan tinju di daerah.
Kondisi olahraga tinju saat ini lanjutnya mulai tenggelam dan kalah populer dibanding cabang olahraga lain, baik dari sisi prestasi maupun regenerasi atlet.
“Pemprov Jateng memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap inisiatif dari DPW ATI Jateng. Kami akan support semampunya sesuai arahan gubernur,” jelasnya usai mendampingi audiensi.
Sebagai langkah awal kolaborasi, Pemprov Jateng dan ATI Jateng berencana menggelar kejuaraan tinju tingkat nasional pada 4 Juli 2026 mendatang di Nawa Bistro.
Kejuaraan tersebut akan memperebutkan Sabuk Emas Gubernur Jawa Tengah dan melibatkan atlet-atlet tinju dari Jawa Tengah maupun berbagai provinsi lain, termasuk petinju nasional dari berbagai kategori usia.
Ketua DPW ATI Jawa Tengah, Asri Purwanti, mengatakan event tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali olahraga tinju di Jawa Tengah, mulai dari level amatir hingga profesional.
Ia menilai dukungan pemerintah daerah sangat penting agar olahraga tinju kembali menjadi prioritas pembinaan olahraga di Jawa Tengah.
“Dukungan dari gubernur dan Pemprov Jateng sangat penting. Kami ingin tinju menjadi prioritas juga di Jawa Tengah karena saya melihat saat ini agak tenggelam,” katanya.
Asri yang juga menjabat Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia Jawa Tengah itu menjelaskan, ATI Jateng akan menggandeng berbagai daerah dan instansi untuk rutin menggelar event tinju yang dikemas dengan konsep sportainment agar lebih menarik bagi masyarakat.
Langkah tersebut juga dilatarbelakangi kondisi banyak sasana tinju di Jawa Tengah yang kini sepi peminat. Bahkan, banyak mantan petinju dan pelatih yang tetap melatih anak-anak secara gratis demi menjaga regenerasi atlet tinju.
“Kami berencana supaya Jawa Tengah mempunyai atlet-atlet yang bisa bertanding di tingkat nasional. Melalui event itu kita mencari bibit-bibit unggul atlet tinju Jawa Tengah,” tuturnya.
Jawa Tengah sendiri pernah melahirkan petinju nasional dan internasional seperti Chris John serta Ellyas Pical yang sukses meraih gelar juara dunia kelas Bantam Junior.








