SOLO, MettaNEWS – Sekelompok alumni Universitas Sebelas Maret membuat pernyataan sikap merespons Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi yang membatalkan hasil pemilihan Rektor UNS. Mereka minta semua pihak untuk mendukung Peraturan Menteri tersebut, dan minta Menteri segera menetapkan pejabat Rektor.
“Kami ini sekelompok alumni UNS, lintas fakultas dan angkatan. Kami prihatin dengan situasi seputar pemilihan Rektor yang diwarnai beberapa dinamika bahkan unjuk rasa. Kami mengimbau semua pihak untuk cooling down. Serta menghargai dan mengikuti Menristekdikbud sebagai stake holder utama,” tutur Wiweka Thevar melalui telepon, Rabu (5/4/2023).
Wiweka menyebut, Menristekdikbud berwenang atas penyelenggaraan proses pendidikan di UNS. Terbitnya Permenristekdikbud yang membekukan Majelis Wali Amanat dan membatalkan hasil Pemilihan Rektor, tentunya sudah melalui proses pertimbangan panjang.
“Semua pihak, kami mohon untuk tidak mengedepankan egosektoral. Mari kita wujudkan UNS sebagai perguruan tinggi yang tetap menjadi benteng Pancasila,” tandasnya.
Sebelumnya, Wiweka Thevar dan Deny Fajar, mengirimkan surat pernyataan dan menyebut diri sebagai Kelompok Alumni Peduli UNS. Ada empat butir isi pernyataan tersebut:
- Mendukung terbitnya Permendikbudristek Nomor 24 tahun 2023 agar UNS sebagai Kampus PTN BH dan seluruh organ di dalamnya dapat dikelola dengan lebih baik dan professional. Sesuai prinsip good university governance.
- Bahwa predikat Universitas Sebelas Maret sebagai kampus Benteng Pancasila harus tetap dipertahankan.
- Meminta pihak Rektorat menjata kegiatan belajar mengajar di Kampus UNS tetap dapat berjalan lancar dan tertib.
- Meminta kepada semua pihak untuk arif dan bijaksana dalam menyikati terbitnya Permendikbudristek Nomor 24 tahun 2023 demi kebaikan dan kemajuan UNS.
Selanjutnya, Wiweka mengimbau agar Menteri Pendidikan segera menunjuk pejabat pelaksana Rektor agar proses belajar mengajar di UNS tidak terganggu.
“Soal siapa yang ditunjuk, kami serahkan sepenuhnya pada kebijakan Menteri. Kami tidak dalam posisi mendukung siapa pun,” tegas Wiweka.







