Dorong Transformasi Polri Presisi, UNS dan Polda Jateng Bentuk Pusat Studi Kepolisian

oleh
Polda Jateng
Polda Jateng

SOLO, MettaNEWS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi menjalin Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Studi Kepolisian dengan Polda Jawa Tengah yang digelar di Gedung LPPM UNS Surakarta, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Karo SDM Polda Jateng Kombes Pol Dr. Noviana Tursanurohmad, mewakili Kapolda Jateng, Rektor UNS Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Penelitian Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si., M.Si., Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi dan Informasi Prof. Irwan Tri Nugroho, S.E., M.Sc., Ph.D., serta Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, S.I.K., M.H. beserta Pejabat Utama Polresta Surakarta.

Dalam sambutannya, Rektor UNS Prof. Dr. Hartono menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada jajaran Polda Jateng di kampus UNS.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam meresmikan Pusat Studi Kepolisian di lingkungan UNS.

“Kami atas nama pimpinan UNS mengucapkan selamat datang di Kampus Universitas Sebelas Maret. Kami menyambut baik program ini karena sangat penting di tengah situasi penegakan hukum yang semakin kompleks. Kolaborasi ini menjadi bentuk kontribusi nyata dunia akademik dalam mendukung tugas-tugas kepolisian,” ungkapnya.

Sementara itu, Karo SDM Polda Jateng Kombes Pol Dr. Noviana Tursanurohmad dalam sambutannya menyampaikan bahwa perjanjian kerja sama ini merupakan kesinambungan sinergitas yang telah terjalin erat antara Polda Jateng dengan UNS.

“Kerja sama ini menjadi langkah memperkuat sinergi antara dunia akademik dan institusi kepolisian, baik dalam praktik penegakan hukum maupun pengembangan keilmuan, riset, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kepolisian guna mendukung terwujudnya Polri yang Presisi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi ini merupakan respons terhadap kompleksitas tantangan penegakan hukum di era modern.

Dengan menggabungkan keunggulan akademik UNS dan pengalaman operasional Polda Jateng, Pusat Studi Kepolisian diharapkan menjadi model nasional kolaborasi antara perguruan tinggi dan kepolisian.

“Dalam rangka mendukung akselerasi transformasi reformasi Polri, Polda Jateng memandang perlu membangun kemitraan berbasis riset dan akademik melalui kerja sama dengan empat perguruan tinggi,” imbuhnya.

Pembentukan Pusat Studi Kepolisian ini dimaksudkan untuk memperkaya khasanah ilmu kepolisian secara akademik, menghadirkan kajian dan analisis terhadap berbagai permasalahan sosial yang berkaitan dengan tugas kepolisian, serta mengembangkan kapasitas SDM Polri dalam pendidikan dan pelatihan guna mewujudkan polisi sipil yang humanis dan demokratis.

“Hingga saat ini, Polri telah memiliki 74 nota kesepahaman dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta. Hal tersebut menjadi peluang strategis sekaligus amanah besar dalam mendukung transformasi Polri berbasis riset dan kajian akademik,” ungkapnya.

Melalui Pusat Studi Kepolisian ini, diharapkan dapat mengkaji berbagai isu strategis, mulai dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, teknologi kepolisian, kejahatan siber, pemberantasan korupsi, hingga penanggulangan terorisme serta tantangan keamanan lainnya.

Selain meningkatkan kapasitas personel kepolisian, pusat studi ini juga diharapkan mampu memperkuat kesadaran hukum masyarakat.

“Pendidikan berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan profesionalisme. Pusat ini harus mampu melahirkan gagasan baru yang bermanfaat bagi polisi dan masyarakat,” tegasnya.

Penandatanganan perjanjian kerja sama ini menjadi langkah nyata UNS dalam mendukung implementasi program Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) melalui pendekatan ilmiah dan akademik.

Melalui sinergi ini, diharapkan setiap kebijakan kepolisian, dari tingkat Polsek hingga Mabes Polri, dapat didasarkan pada kajian yang kuat sehingga lebih akurat, tepat sasaran, dan meminimalisir pro dan kontra di tengah masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan dokumen kerja sama, dilanjutkan pemotongan pita sebagai simbol peresmian Pusat Studi Kepolisian UNS serta peninjauan langsung lokasi pusat studi di Gedung LPPM.

Peresmian Pusat Studi Kepolisian ini bertujuan mengakselerasi transformasi Polri menjadi institusi yang lebih profesional, modern, dan dipercaya masyarakat melalui pengembangan berbasis riset ilmiah.

Pusat studi ini dirancang sebagai center of excellence untuk meningkatkan kompetensi SDM, memperkuat kebijakan smart policing, serta membangun kolaborasi lintas sektoral.