SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kabupaten Asmat mulai menjajaki kerja sama strategis dengan Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam berbagai bidang pengembangan daerah, mulai dari riset konstruksi hingga pengolahan air laut.
Rencana kerja sama tersebut disampaikan Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, saat menghadiri kegiatan Soft Launching Pembukaan Kelas Internasional jenjang sarjana Program Studi Teknik Sipil dan Teknik Kimia UNS di Surakarta, Jumat (8/5/2026).
Thomas mengatakan, salah satu bentuk kerja sama yang tengah dijajaki adalah penempatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Asmat untuk mendukung pembangunan daerah.
Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada bidang riset konstruksi dan pengembangan infrastruktur wilayah pesisir. Menurutnya, karakteristik geografis Asmat sebagai daerah pesisir membutuhkan pendekatan pembangunan yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.
“Di sana daerah pesisir mungkin akan ada kerja sama untuk pengembangan pembangunan tanggul,” kata Thomas.
Tak hanya itu, Pemkab Asmat juga berencana mengembangkan teknologi pengolahan air laut menjadi air layak konsumsi guna memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.
“Semoga pembicaraan-pembicaraan ini bisa ditindaklanjuti dalam MoU atau kerja sama yang bisa diimplementasikan ke depan,” ujarnya.
Thomas menambahkan, Kabupaten Asmat saat ini mengalami surplus lulusan bidang sosial, namun masih kekurangan tenaga profesional di bidang teknik dan rekayasa.
Karena itu, pihaknya berharap semakin banyak putra daerah Asmat yang dapat menempuh pendidikan di Fakultas Teknik UNS sehingga nantinya mampu berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah.
“Padahal ini kita butuhkan dalam pembangunan daerah ke depan,” ucapnya.
Kerja sama antara Pemkab Asmat dan FT UNS diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, baik dalam pengembangan sumber daya manusia maupun penerapan teknologi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir Papua Selatan.








