Konflik Timur Tengah Memanas, Pemprov Jateng dan KP2MI Intensif Pantau Kondisi Pekerja Migran

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terus memantau kondisi pekerja migran Indonesia (PMI), khususnya yang berasal dari Jawa Tengah, menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir.

Pemantauan tersebut dilakukan secara intensif guna memastikan keselamatan para pekerja migran yang saat ini masih berada di wilayah tersebut.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla mengatakan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di sejumlah negara di Timur Tengah sejak hari pertama situasi geopolitik di kawasan tersebut memanas.

“Kita sudah lakukan komunikasi, kita pantau terus pergerakannya,” kata Dzulfikar usai bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (5/3/2026).

Selain menjalin komunikasi dengan perwakilan RI di luar negeri, pemerintah juga telah menyebarkan nomor hotline kepada para pekerja migran Indonesia maupun warga negara Indonesia yang berada di kawasan Timur Tengah. Nomor tersebut dapat dihubungi sewaktu-waktu apabila terjadi kondisi darurat.

“Prinsipnya, negara selalu hadir dalam setiap perubahan eskalasi yang ada di Timur Tengah,” jelasnya.

Terkait kemungkinan adanya warga asal Jawa Tengah maupun Indonesia yang berada di sekitar wilayah konflik, Dzulfikar mengaku hingga kini pihaknya masih melakukan pendataan dan menunggu laporan dari para pekerja migran di kawasan tersebut.

Selain pekerja migran, lanjutnya terdapat pula warga Indonesia yang sedang menjalankan ibadah umroh di Timur Tengah. Namun hingga saat ini situasi masih terpantau aman dan terkendali.

“Sekarang ini kan selain pekerja migran, ada juga jemaah umroh. Sejauh ini kalau kita lihat komposisinya masih aman terkendali,” ujarnya.

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut menjaga dan menjamin keamanan serta keselamatan para pekerja migran Indonesia, khususnya yang berasal dari Jateng.

Menurutnya, pemantauan yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari upaya perlindungan terhadap warga Jawa Tengah di luar negeri. Bahkan jika situasi mendesak, Pemprov Jateng siap mengambil langkah pemulangan dengan berkolaborasi bersama KP2MI dan Kementerian Luar Negeri.

Selain memantau dampak eskalasi konflik, upaya perlindungan terhadap PMI asal Jawa Tengah juga terus dilakukan, termasuk ketika terdapat pekerja migran yang mengalami masalah atau berangkat tidak sesuai prosedur.

Belum lama ini, Pemprov Jateng juga telah berkoordinasi untuk memulangkan belasan pekerja migran dari total sekitar 50 orang PMI yang mengalami permasalahan di negara tempat mereka bekerja.

“Kalau perlu kami pulangkan, maka akan kami lakukan,” tegas Ahmad Luthfi.