SOLO,MettaNEWS – Kolam untuk pelaksanaan perlombaan cabang olahraga renang yang rencananya akan digelar pada 31 Juli hingga 6 Agustus 2022, mendatang saat ASEAN Para Games XI Indonesia di Solo belum tersedia hingga saat ini.
Hal ini dikemukakan oleh Presiden ASEAN Para Sport Federation (APSF), Mayjen Osoth Bhavilai, di Kota Solo, Senin (9/5/2022) saat jumpa pers, ia menjelaskan pusat perhatian dari APSF saat ini tertuju pada venue aksesibilitas yang digunakan untuk para atlet.
“Dari fasilitas venue sendiri yang membuat kami senam jantung itu adalah kolam renang, dari informasi yang kami terima, itu nanti kolam renangnya memenuhi spesifikasi internasional tapi ketika kami mengunjungi lapangan kolam renang belum ada,” jelasnya.
Osoth menambahkan, wujud dari bakal venue tersebut masih rata dengan tanah. Meski demikian, Osoth mendapat janji panitia ASEAN Para Games XI, bahwa kolam renang itu siap digunakan pada pertengahan Juli 2022, mendatang.
“Kami berharap, proyek kolam renang terjadi sesuai yang direncanakan, kualitas, spesifikasi, maupun waktunya,” lanjunya.
Selain kolam renang, APSF juga menyoroti soal keberadaan akses toilet bagi para atlet yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan atlet ASEAN Para Games.
“Karena ini pesta olahraga atlet disabilitas, yang jadi perhatian akses disabilitas terutama toilet. Lebar pintu masuk toilet minimal 80 sentimeter, tapi ada yang belum 80 sentimeter,” jelasnya.
Selain beberapa venue yang dikemukakan, peraturan presiden (Perpres) untuk penyelenggaraannya ASEAN ParaGames juga belum selesai digarap.
Sehingga, sampai kini untuk Ketua Inaspoc (Indonesia ASEAN Para Games Organizing Committee), yakni Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka belum bisa ditetapkan.
“Sampai saat ini Perpres yang didalamnya merumuskan secara rinci nama Wali Kota Solo sebagai ketua penyelenggara belum muncul. Sehingga penandangan MOU nya ditunda, tapi pembuatan MOU nya tetap digarap. Saat ini masih preview,” pungkasnya.








