SOLO, MettaNEWS – Rencana pembangunan Monumen Obor ASEAN Para Games di Stadion Manahan Solo sampai di tahap pra desain. Berada di stadion yang menjadi ikon budaya dan olahraga Kota Solo, keberadaan Monumen Obor dimaksudkan sebagai penanda setiap titik yang ada.
Dalam kesempatan mider praja Pemerintah Kota (Pemkot) Solo hari ini, Jumat (12/8/2022) Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa memberikan ide terkait pembangunan monumen ini. Dalam usulannya, ia menginginkan adanya sentuhan budaya Jawa Ketua Komisi III YF Sukasno yang juga hadir.
“Baru pra-desain mesti ada masukan dari masyarakat dan sebagainya jadi idenya seseorang diajukan dulu di FGD ketemu dengan tokoh-tokoh. Daripada wes ngadek (sudah berdir) ibanyak orang mencaci maki kan mesti pemerintahannya yang kena. Tapi desain itu harus ada budaya Jawanya supaya ada pesan dan kesan,” kata Teguh kepada MettaNEWS, Jumat (12/8/2022).
Selain itu pihaknya juga menyinggung untuk ketersediaan ruang terbuka di kawasan Stadion Manahan. Dalam tinjuannyaitu, Teguh menilai banyak infrastruktur stadion yang harus diperbaiki. Terlebih saat ini Pemkot tengah menggarap pentaan Selter Manahan menjadi food court dan jogging track yang modern. Diantara proyek yang ada, pihaknya ingin menyeimbangkan konsep modern berbudaya.
“Ruang terbuka untuk olahraganya juga memenuh. Ini kan baru penataan buat yang lain-lain termasuk pagar besok pagarnya tidak besi itu lebih menarik dn menjadi ikon stadion. Kalau ini kan kayak pagar kampung, bukan apa-apa tapi namanya sudah menjadi ikon Kota Solo dalam budaya dan olahraga. Itu sudah menjadi visi misi mulai dari pak Jokowi sampai hari ini terus beriringan,” jelas Teguh.
Untuk bisa mewujudkan visi misi di era kepemimpinannya bersama Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka pihaknya meminta semua jajaran dapat bekerjasama. Untuk bisa mewujudkan visi misi di era kepemimpinannya bersama Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka pihaknya meminta semua jajaran dapat bekerjasama. Termasuk dengan adanya pohon yang mengitari Stadion Manahan, pihaknya ingin pihak yang memegang mandat dapat memeprhatikan nilai dari sejarah agar tak sembarangan saat membuat suatu proyek.







