SOLO, MettaNEWS – Gelaran ASEAN Para Games 2022 di Solo usai, seluruh kontingen yang ikut berpartisipasi telah pulang ke negaranya masing-masing. Namun, sebagian atlet Indonesia tidak beristirahat, mereka langsung masut pelatihan untuk menghadapi tantangan baru.
Sekretaris Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Rima Ferdianto mengungkapkan, sebagian atlet Indonesia ada yang pulang setelah mengikuti APG. Mereka, umumnya atlet yang hanya diproyeksikan untuk ikut APG 2022, atlet-atlet baru atau jebolan Peparnas yang ingin mendapatkan pengalaman di regional multi event.
“Sebagian lagi, mereka yang diproyeksikan mengikuti ASEAN Para Games di Hangzhou, China tahun 2023, dan Paralimpiade Paris 2024. Mereka ini langsung masuk hotel lagi untuk mengikuti Pelatnas,” paparnya.
Rima minta, prestasi yang dicapai Indonesia dalam APG tahun ini pantas disyukuri, tapi dia minta agar semua pihak tidak terlalu larut dalam euforia. Karena, masih ada tantangan-tangan yang harus dihadapi dan dimenangkan.
“Menpora minta kita benar-benar siap untuk menghadapi Paralimpade. Di Paralimpiade Tokyo, dulu kita peringkat 41, lebih baik dari peringkat 50 yang saat itu kita targetkan. Nanti di Paris kita belum memutuskan untuk target, tapi sudah pasti harus lebih baik dari peringkat 41,” ujarnya.
NPC telah melihat saat pelaksanaan APG 2022, banyak atlet baru yang memiliki potensi besar. Mereka ini yang nantinya akan diasah dan diharapkan bisa mendulang medali emas sebanyak-banyaknya di Paralimpiade Paris 2024.








