SEMARANG, MettaNEWS – Ribuan warga memadati halaman Masjid Agung Semarang Kauman, Jumat (18/9/2026) malam. Mereka antusias menyaksikan penampilan Alma Esbeye dalam gelaran Spesial Live Show yang menjadi bagian dari rangkaian MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah.
Riuh tepuk tangan dan sorak penonton mengiringi penampilan Alma Esbeye yang dikenal membawakan musik bernuansa religi dengan sentuhan musik modern. Kehadirannya menjadi salah satu hiburan yang menambah semarak perhelatan MTQ Nasional yang berlangsung di Kota Semarang.
Masyarakat dari berbagai daerah tampak tumplek blek di halaman masjid. Mereka tidak hanya datang untuk menikmati penampilan Alma Esbeye, tetapi juga turut merasakan atmosfer kemeriahan MTQ Nasional yang mempertemukan peserta dari berbagai penjuru Indonesia.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen turut hadir dalam acara tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Alma Esbeye yang ikut memeriahkan pelaksanaan MTQ Nasional di Kota Semarang.
“Ya, saya ucapkan terima kasih kepada Alma Esbeye, satu minggu atau dua minggu yang lalu kita bertemu di Bandung, sekarang kita ketemu di Semarang,” kata Taj Yasin.
Menurut Taj Yasin, kemeriahan berbagai kegiatan selama MTQ Nasional menjadi bagian dari semangat kebersamaan masyarakat. Ia menilai, MTQ tidak hanya berkaitan dengan perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum mempererat persatuan.
“Saya yakin bahwa Alquran adalah pemersatu kita,” ujarnya.
Taj Yasin mengatakan, dirinya telah bertemu dengan perwakilan dari 38 provinsi yang hadir di Jawa Tengah. Menurut dia, para kafilah memberikan kesan positif terhadap sambutan masyarakat Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang.
“Mereka betah tinggal di Semarang bukan daerah asing, tetapi seperti rumah pribadi dan ini kesuksesan buat kita bersama,” katanya.
Ia menambahkan, berbagai rangkaian kegiatan yang digelar selama MTQ Nasional memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut terlibat dan menikmati perhelatan tersebut.
“Perhelatan MTQ ini juga berdampak bukan hanya syiar agama, bukan syiar Qur’an saja, tetapi juga berdampak pada sosial,” jelas Taj Yasin.
Sementara itu, Ketua Umum Badan Pengelolaan Masjid Agung Semarang (BPMAS), KH Khammad Ma’sum, mengatakan penampilan Alma Esbeye sengaja dihadirkan untuk turut menyemarakkan MTQ Nasional XXXI di Semarang.
“Keinginannya adalah supaya apa? Kita bisa memeriahkan acara ini semeriah-meriahnya karena ini merupakan sejarah,” kata Khammad.
Ia menjelaskan, MTQ Nasional pernah digelar di Semarang pada 1979. Setelah 47 tahun, Jawa Tengah kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang nasional tersebut.
Rangkaian kegiatan di Masjid Agung Semarang turut melengkapi kemeriahan MTQ Nasional XXXI. Sejumlah agenda telah digelar sejak 11 September 2026, termasuk Gebyar Mini Dugderan yang mendapat antusiasme masyarakat.
Dengan berbagai kegiatan tersebut, perhelatan MTQ Nasional XXXI di Semarang tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan syiar Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang berkumpul, bersilaturahmi, dan berinteraksi bagi masyarakat dari berbagai daerah.








