73 Santri dan Pengasuh Pesantren Lolos Beasiswa Pesantren Obah Jateng 2026, Ada yang Kuliah ke China, Mesir, hingga Yaman

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS – Sebanyak 73 peserta resmi dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa “Pesantren Obah” Jawa Tengah 2026 setelah melalui serangkaian seleksi akademik dan wawancara.

Pengumuman hasil akhir disampaikan pada Senin (3/8/2026) melalui akun media sosial resmi Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, laman jatengprov.go.id, serta aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN).

Program beasiswa ini merupakan salah satu realisasi Program Pesantren Obah, yang menjadi bagian dari 11 program prioritas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin). Program tersebut secara khusus diperuntukkan bagi santri dan pengasuh pesantren di Jawa Tengah yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Ketua LFSP Provinsi Jawa Tengah, Prof. Dr. KH. Hasyim Muhammad, M.Ag, menjelaskan, antusiasme peserta sangat tinggi sejak pendaftaran dibuka. Tercatat sebanyak 942 santri dan pengasuh pesantren mengikuti proses seleksi yang meliputi tes akademik dan wawancara.

Materi wawancara meliputi kemampuan membaca kitab kuning, hafalan Al-Qur’an, wawasan kepesantrenan, hingga pemahaman kebangsaan.

“Dari 942 pendaftar yang mengikuti seleksi, akhirnya terpilih 73 orang sebagai penerima beasiswa. Semuanya merupakan santri dan pengasuh pesantren karena program ini memang dikhususkan untuk mereka. Nama-nama penerima telah kami umumkan pada 3 Agustus 2026,” ujar Hasyim.

Dari total penerima, 15 orang berhasil memperoleh beasiswa luar negeri jenjang S1, sedangkan 58 orang lainnya menerima beasiswa dalam negeri untuk jenjang S1, S2, dan S3.

Penerima beasiswa luar negeri akan menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di China, Universitas Al Azhar Mesir, dan Universitas Al Ahqof, Yaman.

Adapun bidang studi yang dipilih cukup beragam, meliputi S1 Kedokteran, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat sebanyak enam orang, S1 Pertanian satu orang, S1 Sains dan Teknologi sembilan orang, S1 Keislaman 11 orang, S2 Humaniora dua orang, S2 Keislaman 16 orang, serta S3 Keislaman 13 orang.

Guru Besar Bidang Ilmu Pemikiran Islam UIN Walisongo Semarang itu menjelaskan, penerima beasiswa luar negeri akan memperoleh pembiayaan yang mencakup biaya kuliah, visa, biaya hidup, asuransi kesehatan, hingga tiket pesawat pulang-pergi.

Sementara itu, penerima beasiswa dalam negeri akan mendapatkan bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) setiap semester selama masa studi di perguruan tinggi yang telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Beasiswa akan mulai berjalan pada semester ini sesuai kalender akademik masing-masing perguruan tinggi. Bagi peserta yang dinyatakan lolos diminta segera menghubungi WA LFSP untuk koordinasi lebih lanjut,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan seluruh penerima beasiswa akan dikumpulkan dalam waktu dekat untuk mengikuti pembekalan dan motivasi sebelum memulai perkuliahan.

“Alhamdulillah seluruh tahapan seleksi program beasiswa santri dan pengasuh pesantren sudah selesai. Insyaallah pertengahan Agustus ini mereka akan kami panggil untuk diberikan motivasi agar benar-benar fokus menempuh pendidikan,” kata Taj Yasin usai menghadiri Rapat Koordinasi Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah di Horizon Ultima Sentraland Simpanglima Semarang.

Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu juga mendorong para penerima beasiswa dalam negeri untuk tetap aktif mengikuti perkuliahan secara langsung, meskipun kampus memberikan pilihan pembelajaran daring.

Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan nantinya harus kembali dimanfaatkan untuk kemajuan pondok pesantren asal masing-masing.

“Setelah lulus, mereka wajib kembali ke pesantren untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh. Kami ingin beasiswa ini benar-benar memberikan manfaat bagi pengembangan pesantren di Jawa Tengah,” tegasnya.

Karena merupakan pelaksanaan perdana, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi terhadap program tersebut. Jika hasilnya dinilai baik, Program Pesantren Obah akan kembali dibuka pada tahun mendatang dengan cakupan yang lebih luas.

Program ini diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia unggul dari kalangan pesantren yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak kemajuan pendidikan dan pembangunan masyarakat berbasis nilai-nilai keislaman di Jawa Tengah.