SOLO, MettaNEWS – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-94, Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) menggandeng Kontrak Hukum menggelar seminar bertajuk “Scale Up Safe: Menembus Kunci Regulasi Izin dan Kepatuhan Pajak Baru” di Gedung PMS Solo, Rabu (22/7/2026).
Seminar tersebut mengangkat tema “Kupas Tuntas Legal Operation Terpadu untuk Mengamankan Perusahaan Anda di Era Digital”. Selain menghadirkan materi mengenai regulasi terbaru, peserta juga mendapatkan layanan konsultasi hukum bisnis serta pembaruan KBLI 2025 melalui sistem Online Single Submission (OSS) secara gratis bagi anggota PMS.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para pelaku usaha. Peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi hingga aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan legalitas perusahaan, perizinan, dan perpajakan.
Managing Partner Kontrak Hukum Surabaya, Clifford, mengatakan seminar tersebut bertujuan membantu pelaku usaha memahami berbagai perubahan regulasi agar mampu mengembangkan bisnis secara aman dan berkelanjutan.
“Hari ini kami menyelenggarakan kegiatan terkait scale up bisnis dengan membahas berbagai pembaruan regulasi, mulai dari KBLI perusahaan hingga aturan perpajakan terbaru. Antusiasme peserta sangat tinggi. Mereka aktif bertanya selama sesi berlangsung, bahkan setelah acara selesai masih banyak yang berkonsultasi,” ujarnya.
Menurut Clifford, pemahaman terhadap aspek legal menjadi faktor penting dalam pertumbuhan usaha, terutama di tengah perkembangan regulasi yang semakin dinamis.
“Kami berharap masyarakat, khususnya para pelaku usaha di Solo, semakin memahami aturan perusahaan dan perpajakan terbaru. Legalitas jangan sampai dianggap sebagai hambatan, tetapi justru menjadi pilar yang memperkokoh bisnis agar dapat berkembang lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PMS, Sumartono Hadinoto, menjelaskan bahwa seminar tersebut merupakan salah satu dari empat rangkaian kegiatan yang digelar dalam peringatan HUT ke-94 PMS.
Ia menyebutkan, sebelumnya PMS telah mengadakan kegiatan donor darah pada 11 Juli 2026. Setelah seminar ini, organisasi akan menggelar demo memasak pada akhir pekan serta Festival Gamelan pada 15 Agustus 2026 yang bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan, kami ingin terus menghadirkan kegiatan yang bermanfaat. Hari ini kami menggelar sosialisasi mengenai peraturan kementerian terbaru agar para pengusaha semakin siap menghadapi era digital,” ujar Sumartono.
Menurutnya, PMS sengaja menggandeng Kontrak Hukum karena platform tersebut menyediakan layanan legal digital yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai berbagai aspek hukum perusahaan.
“Melalui platform ini, masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi, berkonsultasi, hingga mengurus berbagai kebutuhan legalitas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” jelasnya.
Sumartono menambahkan, PMS akan terus berupaya menjadi organisasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Surakarta, tidak hanya melalui kegiatan sosial, tetapi juga edukasi bisnis dan pelestarian budaya.
“Kami ingin PMS sebagai milik masyarakat Kota Surakarta terus memberikan kontribusi positif. Baik anggota maupun masyarakat umum dapat merasakan manfaat dari berbagai program yang kami selenggarakan,” katanya.

Di sisi lain, Co-Founder sekaligus Chief Business Officer Kontrak Hukum, Rica Kartika Handayani, menyampaikan apresiasinya kepada PMS atas kepercayaan yang diberikan kepada Kontrak Hukum untuk berbagi pengetahuan kepada para pelaku usaha.
Ia menjelaskan bahwa materi seminar difokuskan pada sejumlah regulasi terbaru yang penting dipahami oleh pemilik usaha, mulai dari kewajiban penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan hingga perkembangan terbaru mengenai pajak final UMKM sebesar 0,5 persen.
“Kami berbagi mengenai beberapa peraturan baru yang perlu dipahami para pemilik bisnis, seperti RUPS tahunan dan ketentuan perpajakan 0,5 persen. Semoga materi yang kami sampaikan dapat memberikan manfaat bagi para peserta. Terima kasih kepada PMS atas kesempatan ini dan selamat ulang tahun PMS yang ke-94,” ujar Rica.
Melalui seminar tersebut, PMS berharap para pelaku usaha di Solo semakin siap menghadapi perubahan regulasi, memanfaatkan layanan digital dalam pengelolaan legalitas perusahaan, serta membangun bisnis yang lebih kuat, patuh hukum, dan berdaya saing di era transformasi digital.











