Bawaslu Solo Goes to Pesantren, Tanamkan Literasi Demokrasi dan Lawan Hoaks di Kalangan Santri

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surakarta terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda melalui program Bawaslu Goes to Pesantren. Kali ini, upaya tersebut diwujudkan dengan menggandeng Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al Muayyad Surakarta dalam kegiatan MATA MUDA (Masa Ta’aruf Madrasah Aliyah Al Muayyad) yang digelar pada Jumat (17/7/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Bawaslu untuk membumikan nilai-nilai demokrasi di lingkungan pesantren sekaligus menyiapkan santri sebagai generasi yang kritis, berintegritas, dan aktif menjaga kualitas demokrasi Indonesia.

Kegiatan yang diikuti para santri baru itu menghadirkan Anggota Bawaslu Kota Surakarta, Agus Sulistyo, sebagai narasumber. Dalam paparannya, Agus mengawali materi dengan mengulas sejarah panjang peran santri dalam perjuangan bangsa.

Ia menjelaskan bahwa semangat kebangsaan, integritas, dan pengabdian kepada negara telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi pesantren sejak masa perjuangan kemerdekaan. Salah satu tonggak pentingnya adalah Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari sebagai pemantik semangat mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Berangkat dari nilai-nilai tersebut, Agus mengajak para santri memahami bahwa demokrasi dan pemilu merupakan instrumen penting dalam mewujudkan kedaulatan rakyat.

Dalam sesi materi, para peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar demokrasi, penyelenggara pemilu, fungsi Bawaslu dalam pengawasan partisipatif, hingga berbagai tantangan demokrasi di era digital.

Agus juga menyoroti maraknya penyebaran hoaks, ujaran kebencian (hate speech), dan kampanye hitam yang berpotensi merusak kualitas demokrasi apabila tidak disikapi secara bijaksana.

Selain itu, para santri dikenalkan pada data perkembangan pengguna internet dan media sosial di Indonesia, termasuk besarnya jumlah pemilih pemula dan Generasi Z yang akan memiliki peran strategis dalam menentukan arah demokrasi pada masa mendatang.

Selama kegiatan berlangsung, suasana diskusi terlihat hidup. Para santri aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai demokrasi, kepemiluan, peran generasi muda, hingga cara menghadapi penyebaran informasi palsu di media digital.

Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kepedulian para santri terhadap isu-isu kebangsaan dan pentingnya menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Agus Sulistyo menegaskan bahwa pesantren memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga berintegritas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Santri bukan hanya menjadi penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga dapat menjadi pelopor literasi demokrasi, penebar informasi yang benar, serta garda terdepan dalam menolak politik uang, hoaks, dan ujaran kebencian. Demokrasi yang sehat membutuhkan generasi muda yang kritis, berintegritas, dan berani mengambil peran,” ujar Agus.

Menurutnya, pendidikan demokrasi perlu ditanamkan sejak dini agar para santri mampu menjadi agen perubahan yang turut mengawal penyelenggaraan demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat.

Melalui program Bawaslu Goes to Pesantren, Bawaslu Kota Surakarta berharap sinergi dengan lembaga pendidikan, khususnya pondok pesantren, dapat terus diperkuat dalam membangun budaya demokrasi yang sehat.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang tidak hanya menjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kehidupan demokrasi, aktif melakukan pengawasan partisipatif, serta mampu menjadi penangkal penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di tengah masyarakat.

Dengan membekali para santri pemahaman mengenai demokrasi, literasi digital, dan pentingnya partisipasi dalam pengawasan pemilu, Bawaslu Kota Surakarta optimistis akan lahir generasi muda yang siap menjadi pelopor demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas, sekaligus menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi pada era digital.