SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan komitmennya menjaga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo zero accident, tetap aman, tepat sasaran, dan bebas dari insiden. Seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program diminta mengedepankan keselamatan penerima manfaat, sekaligus menghindari segala bentuk penyimpangan.
Komitmen tersebut disampaikan Respati saat memimpin Rapat Koordinasi Satuan Tugas MBG Surakarta di Balai Kota Solo, Kamis (16/7/2026). Rapat dihadiri jajaran Forkopimda Kota Surakarta, mitra pelaksana, yayasan, serta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kota Solo.
Dalam rapat tersebut, Respati melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG sekaligus meminta seluruh elemen yang terlibat memperkuat koordinasi agar program nasional tersebut terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Semangat kita terhadap zero accident MBG ini harus kita jaga betul komitmennya agar Kota Solo terus menjadi percontohan pelaksanaan MBG se-Jawa Tengah,” kata Respati.
Ia menegaskan bahwa Program MBG tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Menurutnya, program yang menggunakan anggaran negara tersebut harus dikelola secara profesional, transparan, dan mengutamakan keselamatan masyarakat sebagai penerima manfaat.
Respati mengingatkan seluruh pengelola SPPG, yayasan, mitra, maupun pihak lain yang terlibat agar tidak melakukan penyimpangan dalam pengelolaan program. Pemerintah Kota Solo bersama Forkopimda akan memberikan tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran yang berpotensi merugikan masyarakat.
“Jadi kita akan tindak tegas, kita akan ungkap siapa pun yang berani merugikan program MBG ini karena taruhannya adalah kesehatan warga saya. Ini kita pertegas lagi dengan Forkopimda, Satgas-Satgas MBG akan tetap mengerjakan program Solo Zero Accident MBG,” tegasnya.
Menurut Respati, mempertahankan posisi Solo sebagai daerah percontohan pelaksanaan MBG di Jawa Tengah membutuhkan komitmen dan kerja sama dari seluruh pihak. Karena itu, evaluasi serta pengawasan akan terus dilakukan secara berkala agar kualitas layanan tetap terjaga.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi seluruh penyedia layanan makanan. Standar tersebut dinilai menjadi syarat penting untuk menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.
“Untuk menjadi percontohan tentu tidak mudah, harus terus berlanjut dan berjalan. Zero Accident MBG dengan sulitnya SLHS di Solo karena kita menitikberatkan nyawa, perhatian, sayang terhadap warga itu menjadi utama,” ujarnya.
Respati juga mengingatkan bahwa pelaksanaan MBG kini kembali berjalan seiring dimulainya kegiatan belajar mengajar di sekolah. Oleh karena itu, seluruh SPPG, yayasan, mitra, hingga Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) diminta meningkatkan pengawasan terhadap proses pengolahan hingga distribusi makanan.
Ia menegaskan bahwa setiap makanan yang disajikan harus memenuhi standar kualitas, kebersihan, dan keamanan karena menyangkut kesehatan ribuan warga, khususnya para pelajar.
“Kini MBG sudah mulai lagi berjalan di kegiatan belajar mengajar. Saya warning SPPG di Solo, saya mohon mitra, yayasan, SPPI yang bertugas mengedepankan asas kemanfaatan. Ini dari uang rakyat, dan ini masalah nyawa karena makanan masuk ke warga saya,” tandas Respati.
Melalui evaluasi tersebut, Pemerintah Kota Solo berharap pelaksanaan Program MBG semakin berkualitas, akuntabel, dan mampu mempertahankan predikat Solo sebagai daerah percontohan pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di Jawa Tengah.








