SOLO, MettaNEWS – Untuk membantu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang bergerak dibidang kuliner, Grab bekerjasama dengan Pemerintah Kota Solo untuk kembali menghidupkan Pasar Gede melalui Grab Kitchen Activations, Minggu (10/4). Spot utama Grab Kitchen Activations ini berada di sisi barat Pasar Gede lantai 2.
Bersama Metta Solo Fm, Grab Kitchen Activations ini akan berlangsung selama 4 hari yakni pada 10-13 April 2022 pada pukul 15.00 WIB sampai 18.00 WIB. Pada hari pertama, Grab Kitchen Activations turut menggandeng Solo Societeit Community untuk memperkenalkan area bersejarah di Pasar Gede dengan mengusung konsep Kisah Lawas Pasar Gede dan Kuliner Solo. Tidak hanya itu, setelah jelajah Pasar Gede ini selesai, para peserta diajak untuk berdiskusi bersama sembari buka bersama.
Para peserta yang berjumlah 30 orang antusias untuk mengikuti jelajah Pasar Gede dengan beberapa rute seperti Toko Teh 88, Jembatan Pasar Gede, Susur Sungai Pepe, bekas Warung Timlo di sisi utara, Toko Pojok dan Ketandan.

Marketing Central Java, Dimas Arya menyebut Grab Kitchen hadir untuk memberikan eksperimen baru buat pengguna Grab untuk order dengan experience yang baru.
“Kita coba bikin Grab Kitchen hadir di Pasar Gede Solo. Fungsinya kita ingin memberikan eksperimen baru buat pengguna Grab untuk order dengan experience yang baru. Di Grab Kitchen ini pengguna bisa mendapatkan merchant yang diluaran sana agak jauh kita bawa lebih dekat disini. Terus juga mereka bisa order menggunakan fitur ambil sendiri, ataupun dine in bisa disini. Jadi semuanya pemesanan harus lewat aplikasi tapi tanpa melalui driver,” ungkap Arya saat ditemui di sela-sela acara, Minggu (10/4/2022).
Selain itu juga terdapat serangkaian acara content entertain, dimana Grab membuat sarana promosi melalui Grab Kitchen di Pasar Gede yang diaharapkan mampu meningkatkan traffic pengunjung. Arya berharap semua merchant mendapatkan dampaknya dari para pengunjung yang hadir.
“Tidak hanya visitor yang datang ke Grab Kitchen tapi semua merchant di Pasar Gede ini harapannya bisa kena dampak positifnya. Jadi kita sama-sama meramaikan Pasar Gede bagian barat ini,” tutur Arya.
Hadir sejak Desember 2021 lalu, Arya menyebut akan terus melakukan perbaikan untuk menambah keseruan di event Grab Kitchen agar membuat Pasar Gede semakin ramai.
“Kita mengajak beberapa komunitas, dimana komunitas ini juga sebagai sarana promosi dari mulut ke mulut dengan harapan mereka yang kita undang kesini juga bisa nyebarin bahwa di Pasar Gede itu nggak cuma ada beberapa merchant yang hits, tapi semuanya juga bisa kita nikmati bareng selain Grab Kitchen itu sendiri,” tambahnya.
Arya menyebut para merchant Grab Kitchen memulai jam operasional mulai dari pukul 10.00 WIB sampai 21.00 WIB. Namun hal ini bergantung pada waktu tertentu seperti malam Minggu yang disinyalir lebih ramai jika dibandingkan hari-hari biasanya.
“Jam operasional kaya malem minggu ramai, mereka akan tutup lebih lama,” jelasnya.
Arya menyebut ada kemungkinan untuk menambah spot Grab Kitchen di wilayah Solo apabila kembali mendapatkan izin dari Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.
Sukses digelar, Grab Kitchen direncanakan akan menggandeng semua merchant yang ada di Pasar Gede terutama dibidang kuliner seperti kopi maupun makanan untuk bersama-sama membuat acara reguler di hari Minggu.
“Kita akan buat acara reguler di hari Minggu buat menarik traffic masyarakat Solo biar dateng kesini nongkrong atau main. Biar semua dapet dampaknya juga,” ucap Arya.
Dikatakan Arya, Gibran akan kembali berkunjung ke Grab Kitchen pada Rabu (12/4) mendatang setelah sebelumnya hadir dipersmian pada Desember tahun lalu.
“Setelah dateng diperesmian tahun lalu, ada agenda berkunjung kesini buat liet kira-kira ada perkembangan apa di Pasar Gede ini. Monitoring ada perubahan apa setelah ada Grab Kitchen,” pungkasnya.

Sementara itu, pendiri Solo Societeit Community, Heri Priyatmoko menyebut Kota Solo tidak bisa lepas dari peran Pasar Gede dalam ekononomi, etnis maupun kuliner. Sehingga pihaknya bersama Grab Kitchen Activations hadir untuk memperkenalkan area bersejarah ke masyarakat.
“Peserta kita ajak untukmencintai sejarah Kota Solo untuk bisa mengerti sejarah lokalnya. Ini sebagai upaya untuk memperkenalkan sejarah dengan lebih positif. Kita mengajak masyarakat untuk jelajah dengan objek-objek yang langka, unik dan kaya akan sejarahnya,” ungkap Heri.
Dengan adanya jelajah Pasar Gede ini ia berharap dapat menimbulkan efek untuk masyarakat lebih terbuka cakrawala pengetahuannya tentang sejarah Kota Solo. Sebagai bentuk sumbangsih komunitas, pihaknya mengajak masyarakat bisa mengenal sejarah melalui cara yang tidak membosankan.
“Ini merupakan trobosan kreatif Solo Societiet yang kita hadirkan pada kesempatan kali ini. Meskipun sempat terkendala hujan sampai ada peserta yang dari luar kota membatalkan tapi acara ini tetap bisa dinikmati,” pungkasnya.











