UMS Kunjungi UMC, Perkuat Sinergi PTMA dan Dukung Percepatan Guru Besar Dosen

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan kunjungan silaturahmi ke Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) pada 6-7 Juni 2026. Kunjungan ini menjadi momentum untuk mempererat sinergi antar Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) melalui penguatan kerja sama akademik, pengembangan sumber daya manusia, serta kegiatan kebersamaan yang memperkuat ikatan kelembagaan.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Rektor IV UMS Bidang Manajemen Sistem Informasi, Manajemen SDM, dan Organisasi, Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, menegaskan komitmen UMS dalam mendukung pengembangan dosen dan peningkatan kualitas akademik di lingkungan UMC.

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah percepatan kenaikan jabatan fungsional dosen menuju Guru Besar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan daya saing perguruan tinggi.

“Kami mendorong dan siap mendampingi para dosen UMC dalam mengakselerasi pencapaian gelar Guru Besar. Penguatan SDM ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas institusi dan daya saing perguruan tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Prof. Em Sutrisna, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, kolaborasi antarkampus PTMA perlu terus diperkuat melalui berbagai bentuk kerja sama, mulai dari pendampingan akademik, berbagi pengalaman, hingga program-program strategis yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut mendapat sambutan positif dari jajaran pimpinan UMC. Mereka berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat diwujudkan melalui berbagai program konkret, seperti pendampingan publikasi ilmiah, penelitian kolaboratif, peningkatan kapasitas dosen, serta penguatan jejaring akademik antarperguruan tinggi Muhammadiyah.

Selain agenda akademik, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengenal lebih dekat budaya dan kuliner khas Cirebon. Rombongan UMS berkesempatan menikmati sejumlah hidangan tradisional yang menjadi ikon daerah, seperti empal gentong dan nasi jamblang.

Momen kebersamaan tersebut menjadi ruang informal yang mempererat hubungan antarpimpinan dan civitas academica kedua perguruan tinggi. Dalam suasana santai, berbagai pengalaman dan gagasan mengenai pengembangan institusi dapat dibagikan secara lebih terbuka.

Keakraban semakin terasa melalui pertandingan persahabatan bulutangkis yang melibatkan pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan dari UMS maupun UMC. Laga yang berlangsung penuh semangat tersebut tidak hanya menghadirkan suasana kompetitif yang sehat, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan persaudaraan antaranggota PTMA.

Melalui kunjungan ini, UMS dan UMC berharap hubungan kelembagaan yang telah terjalin dapat semakin erat dan produktif. Sinergi yang dibangun tidak hanya berfokus pada kerja sama akademik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan yang menjadi ciri khas keluarga besar Muhammadiyah.

Dengan semangat kolaborasi tersebut, kedua institusi optimistis dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi serta memperkuat peran PTMA dalam menjawab tantangan pendidikan di masa depan.