SOLO, MettaNEWS – Minggu malam (15/3/2026) yang dingin di Ndalem Djojokusuman menjadi hangat lewat gelaran intimate konser bertajuk “Ruang Berbagi 6.0”. Konser ini berhasil menggabungkan pertunjukan seni, budaya, buka bersama dan aksi sosial donor darah.
Konser yang diinisiasi penyanyi Barsena Bestandhi dan rekan-rekannya ini berhasil menyuguhkan perpaduan music lewat kehadiran maestro keroncong, Endah Laras bersama penyanyi Fadhilah Intan, Yogie Nandes dan Natasha.
Penyanyi asal Kota Kembang itu juga tampil memukau lewat duet lagu Tak Lelo Lelo dengan sang maestro keroncong Endah Laras. Tak hanya itu, Barsena juga berhasil membius penonton lewat lagu populer miliknya Ruang Baru dan duet lagu Dawai dengan Fadhilah Intan.
Acara ini didukung oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Surakarta, Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.
Ketua PMI Surakarta sekaligus Ketua PMS, Sumartono Hadinoto, mengapresiasi inisiatif para seniman muda yang turut memeriahkan acara Ruang Berbagi di Ndalem Djojokusuman. Di mana Kota Solo menjadi kota keenam dalam rangkaian tur konser keliling Indonesia tersebut.
Menurut Sumartono, kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi positif antara seni, budaya, dan aksi kemanusiaan melalui kegiatan donor darah.
“Ini adalah perpaduan acara budaya, seni, dan berbagi. Setelah konser selesai, para penonton langsung diajak untuk mendonorkan darahnya,” ujar Sumartono.
Ia menambahkan, kolaborasi ini sangat membantu PMI Surakarta dalam menjaga ketersediaan stok darah, terutama selama periode Ramadan hingga Lebaran. Pada masa tersebut, jumlah pendonor biasanya menurun karena libur semester mahasiswa serta aktivitas ibadah puasa.
“Kami fokus menjaga ketersediaan darah hingga dua minggu setelah Idulfitri dengan mengajak pendonor rutin maupun pendonor baru. Kegiatan seperti ini menjadi cara yang efektif untuk memastikan stok darah di Solo tetap aman,” jelasnya.
Salah satu tujuan acara ini adalah memperkenalkan salah satu ikon tempat bersejarah di Kota Solo, yaitu Ndalem Djojokusuman, yang dinilai memiliki nilai eksklusif untuk penyelenggaraan berbagai acara seni, budaya, dan kegiatan kreatif lainnya.
Selain itu, konsep Barsena Berbagi juga sejalan dengan misi PMI yang selama ini aktif dalam kegiatan kemanusiaan.
“PMI memiliki semangat untuk terus berbagi dan melayani sesama. Konsep Barsena Berbagi ini sangat cocok dengan semangat tersebut. Begitu juga dengan PMS yang memiliki komitmen dalam bidang budaya,” jelasnya.

Kegiatan tersebut akan dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Kota Surakarta, di antaranya Wali Kota Respati Achmad Ardianto, Wakil Wali Kota Astrid Widayani, Sekretaris Daerah Budi Murtono, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maretha Dinar Cahyono.
Dalam kesempatan tersebut, Respati Ardi menyampaikan dukungannya terhadap kolaborasi antara PMI, Barsena Besthandi, dan para pelaku seni agar terus berlanjut di masa mendatang. Ia berharap kegiatan serupa dapat memperkuat sinergi antara seni, budaya, dan aksi sosial kemanusiaan di Kota Surakarta.
“Saya sangat mendukung agenda kegiatan seperti ini. Generasi muda diajak untuk belajar saling menghargai, mengembangkan kreativitas, serta menjadi pribadi yang inovatif dan peduli terhadap sesama,” ungkap Respati.
Sementara itu, mewakili Panitia Ruang Berbagi, Iwan Sentosa Djasmara menjelaskan, melalui kegiatan ini, generasi muda diajak untuk belajar saling menghargai, mengembangkan kreativitas, serta menjadi pribadi yang inovatif dan peduli terhadap sesama.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat sosial sekaligus mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surakarta yang telah memberikan dukungan dengan menyediakan Ndalem Djoyokusuman sebagai lokasi penyelenggaraan acara,” ujarnya.
“Selain itu, dukungan dari PMI Surakarta dan PMS dinilai turut berperan penting sehingga kegiatan Ruang Barbagi dapat terlaksana dengan baik,” tambahnya.
Ruang Barbagi sendiri merupakan bagian dari perjalanan acara yang telah digelar di berbagai kota di Indonesia. Kota Solo menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan yang dipilih untuk menghadirkan kolaborasi antara seni, budaya, serta kegiatan sosial bagi masyarakat.









