Harmoni dalam Toleransi, Panitia Imlek 2577 Berbagi Makanan Ringan di Plasa Balai Kota Solo Sepanjang Bulan Puasa

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Suasana kebersamaan dan toleransi kembali terasa kuat di Kota Surakarta. Panitia Bersama Imlek 2577/2026 membagikan makanan ringan untuk berbuka puasa di depan Plaza Balai Kota Surakarta, Senin (23/2/2026) sore.

Kegiatan yang berlangsung pukul 17.00–17.30 WIB itu menjadi bagian dari rangkaian perayaan Imlek yang tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Aksi sosial tersebut semakin semarak dengan penampilan barongsai yang menarik perhatian masyarakat. Kehadiran seni budaya Tionghoa di tengah pembagian takjil menciptakan suasana akrab, sekaligus menjadi simbol keharmonisan antarumat beragama di Kota Solo.

Pada pembagian makanan ringan tersebut Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani ikut membagikan pada masyarakat.

Astrid menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Panitia Bersama Imlek 2026 atas aksi sosial ini. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan wajah Surakarta sebagai kota inklusif dan toleran, di mana masyarakat dapat hidup berdampingan serta merayakan berbagai momen kebersamaan.

“Ini sebuah harmoni yang sangat indah di Kota Surakarta sebagai kota inklusi dan kota toleran. Kita hidup berdampingan, dan kebetulan ada banyak momen indah yang bisa dirayakan bersama. Perayaan Imlek dengan barongsai sore hari ini sangat akrab dengan masyarakat, ditambah pembagian takjil menjelang berbuka puasa,” tutur Astrid.

Ia menambahkan, momen tersebut terasa semakin spesial karena berdekatan dengan Hari Jadi Kota Solo ke-281. Astrid juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia Imlek, Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), hingga Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Solo Raya yang turut mendukung kegiatan tersebut.

“Semua pihak selalu menjaga toleransi yang ada di Kota Surakarta,” imbuhnya.

Ketua Panitia Bersama Imlek 2577/2026, Sumartono Hadinoto, menjelaskan bahwa pembagian makanan ringan ini merupakan bentuk kepedulian kepada saudara-saudara yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Kebetulan di pertengahan Imlek ini, saudara kita mulai berpuasa. Karena itu, panitia mengadakan pembagian makanan kecil untuk berbuka puasa,” jelasnya.

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut akan dilakukan setiap sore hingga puasa selesai.

“Setiap sore kami bekerja sama dengan APPBI Solo Raya menyiapkan sekitar 300 paket makanan ringan bagi masyarakat yang berpuasa,” katanya.

Selain pembagian makanan ringan, nuansa toleransi juga tampak dari penataan kawasan Balai Kota yang dihiasi dua tema sekaligus, yakni Imlek dan Ramadan.

Lampion Imlek dipasang berdampingan dengan lampion Ramadan, menciptakan pemandangan unik dan sarat makna kebersamaan.

Sumartono berharap, semangat toleransi yang telah terbangun ini dapat terus dirawat dan dijaga bersama.

“Harapannya, toleransi di Kota Solo semakin nyata dan bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain. Kami juga bangga karena dipercaya ikut terlibat dalam kepanitiaan Imlek nasional yang akan digelar di Jakarta,” pungkasnya.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, Surakarta kembali menegaskan posisinya sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai kebhinekaan, saling menghormati, dan hidup rukun dalam perbedaan.