SOLO, MettaNEWS — Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menyoroti pentingnya kesehatan mental sebagai fondasi kualitas hidup masyarakat di tengah perubahan sosial dan tekanan kehidupan modern yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Cabang Himpunan Psikologi Indonesia di Surakarta, Sabtu (9/5), yang dihadiri para psikolog, akademisi, serta praktisi psikologi se-Solo Raya.
Dalam kesempatan itu, Astrid menegaskan bahwa pembangunan kesehatan masyarakat tidak cukup hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga harus memperhatikan kesehatan mental secara menyeluruh.
“Kesehatan mental hari ini menjadi isu yang sangat penting. Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki keseimbangan psikis, mental, dan spiritual sebagai bagian dari well-being,” kata Astrid usai kegiatan.
Menurut Wawali oerempuan pertama di Solo ini, penguatan layanan kesehatan mental sejalan dengan program prioritas Pemerintah Kota Surakarta melalui Asta Cita Surakarta, khususnya pada sektor kesehatan melalui pengembangan Posyandu Plus.
“Pemerintah Kota Surakarta, membuka ruang kolaborasi dengan para psikolog dan praktisi kesehatan mental untuk menghadirkan layanan yang lebih dekat, mudah diakses, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai tantangan kesehatan mental saat ini terus berkembang seiring perubahan pola hidup masyarakat, dinamika sosial, hingga pengaruh teknologi digital yang semakin besar dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, pendekatan layanan psikologi juga harus mampu beradaptasi agar tetap relevan dengan kondisi masyarakat modern.
“Kami melihat kebutuhan layanan kesehatan mental semakin kompleks. Maka layanan psikologi juga perlu menyesuaikan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat,” urainya.
Astrid juga mendorong agar layanan kesehatan mental dikembangkan secara lebih spesifik berdasarkan kelompok sasaran. Menurutnya, pendekatan yang berbeda diperlukan untuk perempuan, anak-anak, remaja, hingga kelompok rentan lainnya.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar masyarakat memiliki ruang konsultasi yang aman, nyaman, dan bebas stigma.
“Layanan kesehatan mental harus semakin inklusif dan tersegmentasi sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, masyarakat memiliki ruang yang nyaman untuk berkonsultasi tanpa rasa takut ataupun stigma negatif,” tegasnya.
Melalui kolaborasi dengan Himpunan Psikologi Indonesia dan para praktisi psikologi, Pemerintah Kota Surakarta berharap penguatan kesehatan mental dapat semakin terintegrasi dalam pelayanan publik.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat secara utuh, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental dan sosial, sehingga masyarakat memiliki daya tahan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.








